Kesehatan Seksual Milenium; Deklarasi Montreal 2005
Berikut ini insert tentang kabar terbaru tentang kesehatan seksual, walaupun kongresnya sudah tahun 2005, tetapi banyak yang belum mengetahui dan perlu kembali disosialisasikan karena banyak kabar baru.
Asosiasi Kesehatan Seksual Se-Dunia:Kongres Dunia Tentang Seksologi ke-17,Deklarasi Montreal 2005 “Kesehatan Seksual untuk Milenium”
Kami, para peserta Kongres Seksologi Se-Dunia ke-17, menyatakan komitmen kami terhadap Misi Asosiasi Kesehatan Seksual Se-Dunia (World Association for Sexual Health – WAS), untuk mempromosikan kesehatan seksual selama hidup. Kami juga menegaskan kembali dukungan kami terhadap Deklarasi Hak Seksual WAS 1999; Rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Pan-Amerika (Pan-American Health Organization)/ Laporan WAS 2000 yang berjudul “Promosi Kesehatan Seksual: Rekomendasi bagi Aksi/Tindakan;” dan Definisi Kerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2002 tentang: Kesehatan Seksual dan Hak Seksual. Berdasarkan kebutuhan mendesak untuk melakukan aksi bersama demi mencapai tujuan kesehatan dan pembangunan yang berkesinambungan dan demi mencapai standar yang dinyatakan dalam kesepakatan internasional, termasuk dalam Deklarasi Milenium, kami mendeklarasikan bahwa:
Promosi Kesehatan Seksual merupakan inti utama untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan serta pembangunan berkesinambungan, dan lebih khususnya untuk menerapkan Tujuan Pembangunan Milenium. Baik individu maupun masyarakat yang memiliki kesehatan menduduki posisi yang lebih baik untuk memberikan kontribusi mereka dalam upaya untuk menghapus kemiskinan individual maupun masyarakat. Dengan cara meningkatkan tanggung jawab sosial maupun individu dan interaksi sosial yang setara, promosi kesehatan seksual akan mendorong peningkatan kualitas hidup serta mewujukan perdamaian. Dengan demikian kami mendorong semua pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, institusi akademi dan masyarakat umum, dan khususnya, semua organisasi anggota Asosiasi Kesehatan Seksual Dunia untuk:
1. Mengakui, mempromosikan, meyakinkan dan melindungi hak-hak seksual bagi semua
Hak seksual merupakan unsur tak terpisahkan dari Hak Asasi Manusia yang mendasar dan, dengan demikian, hak ini bersifat mencakup semua dan universal. Kesehatan seksual tidak bisa dicapai tanpa adanya hak seksual bagi semua.
2. Berkembang ke arah kesataraan gender
Kesehatan seksual memerlukan adanya kesataraan gender dan rasa hormat. Ketimpangan yang terkait gender serta ketidakseimbangan kekuasaan menghambat interaksi manusia yang konstruktif dan selaras dan dengan demikian juga menghambat tercapainya kesehatan seksual.
3. Menghapuskan semua jenis kekerasan dan pelecahan seksual
Kesehatan seksual tidak bisa dicapai sebelum semua orang terbebas dari stigma, diskriminasi, pelecehan, paksaan dan kekerasan seksual.
4. Memberikan akses universal untuk pendidikan dan informasi tentang seksualitas yang komprehensif (menyeluruh).
Untuk mencapai kesehatan seksual, semua individu, termasuk pemuda, harus memiliki akses ke arah pendidikan seksualitas yang komprehensif, dan informasi kesehatan seksual dalam seluruh siklus kehidupan.
5. Menjamin bahwa program – program kesehatan reproduktif mengakui betapa pentingnya kesehatan seksual.
Reproduksi merupakan dimensi seksualitas manusia yang amat penting dan, bila diinginkan dan direncanakan, mungkin bisa memberikan kontribusi untuk memperkuat hubungan – hubungan dan pencapaian pribadi. Kesehatan seksual bukan hanya sekedar kesehatan reproduktif saja, karena ini merupakan sebuah konsep yang meliputi semuanya. Dalam upaya untuk menangani berbagai dimensi seksualitas dan kesehatan seksual dengan cara yang komprehensif, program – program kesehatan reproduktif yang terkini harus lebih diperluas.
6. Menghentikan dan mengendalikan penyebaran HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) lainnya.
Akses universal untuk pencegahan, tes dan konseling sukarela, perawatan dan pengobatan HIV/AIDS yang komprehensif serta bentuk IMS lainnya merupakan hal sama-sama pentingnya bagi kesehatan seksual. Dengan demikian secepatnya harus ada peningkatan program – program yang menjamin keberadaan akses universal.
7. Mengidentifikasi, menangani, dan mengatasi keluhan, disfungsi dan gangguan seksual
Karena pemenuhan seksual memberikan kapasitas untuk meningkatkan kualitas hidup, maka amatlah penting bag kuta untuk mengakui, mencegah dan mengatasi semua keluhan, disfungsi dan gangguan seksual.
8. Mendapatkan pengakuan bahwa kenikmatan seksual merupakan sebuah unsur dari kesejahteraan manusia
Kesehatan seksual bukan merupakan sekedar situasi bebas penyakit. Keniktmatan dan kepuasan seksual merupakan unsur yang tidak terpisahkan dari kesejahteraan manusia, sehingga unsur ini membutuhkan pengakuan dan promosi yang bersifat universal.
Amatlah penting agar rencana aksi bagi pembangunan berkesinambungan di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional untuk memprioritaskan intervensi kesehatan seksual, mengalokasikan sumberdaya – sumberdaya yang mencukupi, menangani hambatan – hambatan masyarakat yang sistemik, struktural serta untuk memantau kemajuannya.
Comments (6)







Wah info baru yang bagus.. aku jadi tau sesuatu…
Btw, dok, hak seksual itu apa saja? Apakah 4 elemen dari positive sexual attitude itu sekaligus hak-hak seksual?
Atau masih banyak lagi? Atau malah berbeda sama sekali?
@ putri: putri yang pertama mengisi commnet di my reborn blog ini nih. tulisan2nya masih yang lama put. soalnya semangat ngeblog sudah menurun drastis, tapi mau dicoba dibangkitkan lagi. tentang empat elemen positive sexual attitude itu hanya melengkapi saja, dan masih berupa teori psikoseksual. tetapi tentu saja karena ini sebuah teori dengan domain bahasan di level sexual attitude tentu saja keempat elemen ini secara setara dan saling berkontribusi diharapkan membentuk sexual attitude yang positif yang sekaligus menempatkan diri secara suportif sebagai faktor penentu dari 8 upaya yang dipromosikan untuk mendukung hak seksual manusia.
Saya sebagai remaja juga baru tau, Dok.
Tapi, yg penting, adalah visi-misinya yg harus kita sosialisasikan.
Btw, finally blog-nya Dokter Oka balik lagi, dan sebaliknya blog-ku di-suspend secara sepihak, Dok.

Jadinya, iseng buat blog baru lg di BlogSpot. Habis, rindu nge-blog sih.
Welcome back, Dok!
@ Helda: thanks Helda, soalnya saya kangen ngeblog lagi nih. Btw, blog nya suspended juga ya? Ok semoga tetap semangat deh. Saya masih mengumpulkan artikel-artikel dulu buat melengkapi blog ini.
dok…sy juga sedang ngembangngin pik krr d bangli.
sekarang pik krr yowana bhakti yg kemarin sy dan temen2 kembangkan ud mampu mandiri.makanya sekarang d bangli sy dan temen2 d bangli bikin lagi.bantu ya dok untuk pengembangannya.
program2 kespro yg qt kembangkan tidak akan berjalan searah jika tidak satu komit dengan mereka.bahkan dianggap terlalu formal..
maka sekarang saya bersma teman2 mencari cara2 yg mereka suka untuk ikuti. bantu ya dok…
@ ayu: wah, keren banget. pastinya saya akan dukung. yukkk