Hitler Ikut Kampanye AIDS?

EN-A6-HitlerSebuah kampanye dengan pencitraan iklan yang hiperbolis berupa klip video berdurasi 45 detik diluncurkan menampilkan sosok “Adolf Hitler” yang tampak berhubungan seksual. Terkesan tanpa menggunakan proteksi. Tetapi rupanya iklan yang akan ditayangkan di TV Jerman dan bisa dilihat di www.aids-is-a-mass-murderer.com ini akan menjadi kontroversial. Iklan ini memang terlihat menarik dan akan sangat mengundang minat untuk menyimaknya. Tetapi rupanya telah menjadi “sebuah pesan salah” yang bisa berakibat tujuan dari kampanye global penanggulangan HIV dan AIDS menjadi terdistorsi dan tidak tercapai.

Menjadi sebuah negara maju dengan masyarakat yang well educated, ternyata tidak menjamin bagi sebuah negara sekelas Jerman bisa menghasilkan kemasan iklan berkualitas dengan pesan yang tepat. Pesan layanan masyarakat berupa sebuah dan tiga buah poster yang ditujukan untuk kampanye Hari AIDS Sedunia 1 Desember yang akan datang memperlihatkan tampilan sosok Adolf Hitler, Saddam Hussein, dan Josef Stalin yang masing-masing berhubungan seksual dengan seorang perempuan yang penuh gairah.  Sepertinya persepsi yang ingin dibentuk adalah “tiga manusia pembunuh utama di muka bumi ini” analoginya sama dengan AIDS. Sama-sama pembunuh masa. Sepertinya memang ini maksud dalam kampanye bertitel “AIDS is a mass murderer” ini. Tetapi, cocokkah analogi ini? I don`t think so. Menyamakan AIDS dengan sosok-sosok “bersejarah” tersebut justru akan menimbulkan rasa tidak bersahabat dengan AIDS dan pengidap HIV (tentu saja pengidap HIV dengan AIDS itu sendiri belum dapat dipisahkan sampai saat ini). Iklan ini sangat berpotensi membuat stempel buruk. Stigma. Dan juga diskriminasi. Sebuah stempel yang justru selama ini ingin dikikis, sehingga pencegahan dan penanggulangan HIV bisa mendekati yang diharapkan bersama. Di sini rupanya bumerang itu. Sekali lagi, pencitraan yang dimunculkan justru bisa mengakibatkan bertambah kuatnya stigma.

massPerlu diingat kembali bahwa HIV dan bahkan AIDS tidak lagi muncul dengan wajah sangar, menakutkan dan penyakitan. Tetapi kini sudah terbiasa tampil dengan wajah yang sangat normal. Ibu rumah tangga yang baik-baik saja,rajin beribadah, tidak pernah selingkuh dan tidak pernah terpikir untuk menggunakan narkoba. Dan tentu saja ingat dengan bayi-bayi yang belum berbuat salahpun bisa kena.

Memang benar bahwa kita harus kembali mengingat kasus AIDS yang terus bertambah. Sangat baik untuk kembali membangkitkan kesadaran orang banyak dengan pesan yang menyentak. Kembali menyadarkan masyarakat lagi untuk bisa belajar dan diskusi tentang HIV, pencegahannya, penggunaan kondom, menyampaikan bahwa AIDS itu masih selalu ada. Tetapi ingat, kita juga harus mengikis stigma dan diskriminasi.  Paling tidak itu menurut saya. What about you?

Comments (6)

 

  1. via says:

    setuju dok.
    btw, tampilan blognya tambah keren loh..mantapz dok!!

  2. okanegara says:

    @ via: sippppp……

  3. luhde says:

    welcome back okanegara.com

    lebih bagus dok. tapi walau lebih bagus, masih kangen yg klasik (old) kan. hehe

    soal kapanye hitler ini emang bodoh

  4. Johan says:

    Ok, sip, dan setuju.

  5. Utha KeFani says:

    yuphs… bner dok, cz We ArE The One! Sm” ciptaan Tuhan! gag smestinya ada diskriminasi unt ODHA! kyknya msti ada Creative Project dari para muda untuk menghapuskan stigma negatif thd ODHA. tntunya,,,creative project yang effective!

  6. [...] juga bisa terjadi di negara-negara maju seperti yang terjadi dalam kampanye controversial “AIDS is Mass Murderer” yang malah semakin memunculkan stigma AIDS yang menyeramkan. Padahal kenyataannya tidaklah lagi [...]

Leave a Reply