<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Oka Negara</title>
	<atom:link href="http://www.okanegara.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.okanegara.com</link>
	<description>sexuality.reproductive health.youth.life.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 May 2010 07:41:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>Blowjokes: Siapa Salah?</title>
		<link>http://www.okanegara.com/blowjokes/blowjokes-siapa-salah.html</link>
		<comments>http://www.okanegara.com/blowjokes/blowjokes-siapa-salah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 07:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blowjokes]]></category>
		<category><![CDATA[jokes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang salah nih? Sepasang suami istri tidur bareng malam itu. Tiba2 istrinya terbangun dan berteriak spontan dari mimpinya; &#8220;cepat sembunyi,suamiku pulang!&#8221; Si suami juga terbangun dan secepat kilat kabur loncat lewat jendela.:)]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/cartoon-bad_dream.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-472" title="cartoon-bad_dream" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/cartoon-bad_dream.jpg" alt="" width="202" height="265" /></a>Siapa yang salah nih? Sepasang suami istri tidur bareng malam itu. Tiba2 istrinya terbangun dan berteriak spontan dari mimpinya; &#8220;cepat sembunyi,suamiku pulang!&#8221;</h3>
<h3>Si suami juga terbangun dan secepat kilat kabur loncat lewat jendela.:)</h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.okanegara.com/blowjokes/blowjokes-siapa-salah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blowjokes: Glow In The Dark</title>
		<link>http://www.okanegara.com/blowjokes/blowjokes-glow-in-the-dark.html</link>
		<comments>http://www.okanegara.com/blowjokes/blowjokes-glow-in-the-dark.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 08:21:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blowjokes]]></category>
		<category><![CDATA[glow in the dark]]></category>
		<category><![CDATA[jokes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[Seorang cowok yang baru saja hot-hot nya berpacaran, akhirnya kesampaian ngapel ke rumah ceweknya. Si cewek sangat senang dan berharap banyak si cowok akan melakukan sesuatu yang menyenangkannya malam ini. Mumpung rumahnya sepi. Cow: &#8220;Sayang, di rumah nggak ada siapa2 kan?&#8221; Cew: &#8220;Nggak, hanya ada aku. Yang lain keluar kota&#8221; (sambil berharap suasana tambah romantis). [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/glow_logo.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-468" title="glow_logo" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/glow_logo-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" /></a>Seorang cowok yang baru saja hot-hot nya berpacaran, akhirnya kesampaian ngapel ke rumah ceweknya. Si cewek sangat senang dan berharap banyak si cowok akan melakukan sesuatu yang menyenangkannya malam ini. Mumpung rumahnya sepi.</p>
<p>Cow: &#8220;Sayang, di rumah nggak ada siapa2 kan?&#8221;<br />
Cew: &#8220;Nggak, hanya ada aku. Yang lain keluar kota&#8221; (sambil berharap suasana tambah romantis).<br />
Cow: &#8220;Dingin nih yang, mulai hujan lagi&#8230;&#8221;<br />
Cew: &#8220;Iya, yang. Dingin ya&#8230;&#8221;(mulai deg-degan)<br />
Cow : &#8220;Kita ke dalam yuk. Sayang aku juga mau nunjukkin sesuatu sama kamu..&#8221;<br />
Cew : &#8220;Apa yang..??&#8221; (si cewek tambah deg-degan)<br />
Cow : &#8220;Tapi boleh nggak kita langsung masuk ke kamar kamu dulu..?&#8221;<br />
Cew : &#8220;Boleh..!!&#8221; (katanya dgn senyum manis banget)</p>
<p>Setelah masuk kamar&#8230;.</p>
<p>Cow : &#8220;Sayang, kita tutup saja pintunya ya..??&#8221;<br />
Cew : &#8220;Boleh..!!&#8221;<br />
Cow : &#8220;Boleh dikunci  nggak&#8230;??&#8221;<br />
Cew : &#8220;Boleh..!!&#8221; (makin deg-degan coy..!)<br />
Cow : &#8220;Boleh ditutup nggak jendelanya..?&#8221;<br />
Cew : &#8220;Boleh..!!&#8221;<br />
Cow : &#8220;Boleh dimatiin nggak lampunya..??&#8221;<br />
Cew : &#8220;Boleh banget yang&#8230;!!&#8221;</p>
<p>Setelah lampu mati dimatikan&#8230;.</p>
<p>Cow : &#8220;Kamu mau tau kan kita mau ngapain..??&#8221;<br />
Cew : &#8220;Iya chayang&#8230;!!&#8221; (mulai manyun manja)<br />
Cow : &#8220;Sini deh&#8230;Coba kamu pegang tangan aku..&#8221;<br />
Cew : &#8220;Ayo dong yang, apaan&#8230;sudah nggak sabar nih!!&#8221;<br />
Cow : &#8220;Ini&#8230;lihat deh&#8230;Bagus kan, jam tangan baruku glow in the dark&#8230;!!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.okanegara.com/blowjokes/blowjokes-glow-in-the-dark.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tawaran Iklan Memperbesar Penis Adalah Penipuan;  Anda Sesungguhnya Jauh Lebih Normal Dari Yang Anda Bayangkan!</title>
		<link>http://www.okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/tawaran-iklan-memperbesar-penis-adalah-penipuan-anda-sesungguhnya-jauh-lebih-normal-dari-yang-anda-bayangkan.html</link>
		<comments>http://www.okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/tawaran-iklan-memperbesar-penis-adalah-penipuan-anda-sesungguhnya-jauh-lebih-normal-dari-yang-anda-bayangkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 07:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Original Article]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[mitos seks]]></category>
		<category><![CDATA[mitos seksual]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[penis enlargement]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran penis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[Anda rajin membaca surat kabar, majalah atau masih punya waktu untuk browsing internet? Pernah menyadari betapa banyak iklan yang menawarkan untuk memperbesar penis terpampang di media? Apakah Anda sempat berpikiran yang sama dengan jutaan laki-laki lain di dunia ini untuk memperbesar penis? Sebaiknya pikirkan kembali semuanya baik-baik. Awal bulan lalu seorang laki-laki, 21 tahun, datang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/Penis_Enlargement_Penis_E_461e20b53491a.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-460" title="Penis_Enlargement_Penis_E_461e20b53491a" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/Penis_Enlargement_Penis_E_461e20b53491a-272x300.gif" alt="" width="272" height="300" /></a>Anda rajin membaca surat kabar, majalah atau masih punya waktu untuk <em>browsing</em> internet? Pernah menyadari betapa banyak iklan yang menawarkan untuk memperbesar penis terpampang di media? Apakah Anda sempat berpikiran yang sama dengan jutaan laki-laki lain di dunia ini untuk memperbesar penis? Sebaiknya pikirkan kembali semuanya baik-baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Awal bulan lalu seorang laki-laki, 21 tahun, datang dengan penis bengkak tidak beraturan setelah disuntikkan minyak orang-aring oleh temannya. Kasus ini hampir serupa dengan beberapa korban suntikan silikon cair sebelumnya. Seminggu yang lalu laki-laki berusia 42 tahun datang bersama istri keduanya yang berusia 24 tahun. Mengeluh penisnya sakit, bengkak dan mati rasa. Ternyata di pangkal penisnya terpasang karet gelang berwarna hitam mengikat erat pangkal penis, yang disebutkan pemberian dari seorang dukun kenalannya. Istrinya bahkan tidak menyadari dan baru tahu hari itu. Laki-laki ini datang untuk menghilangkan rasa sakitnya, bukan membuka karetnya, dia takut kalau karet dibuka sembarangan maka penisnya akan mengkerut dan mengecil, seperti yang disampaikan si dukun. Tentu saja beberapa kasus ini hanyalah sebagian kecil dari upaya laki-laki memperbesar penisnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Laki-laki dan Ukuran Penis</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Di samping berfungsi sebagai alat reproduksi, penis juga berperan penting dalam menjalankan fungsi rekreasi dalam hubungan seksual. Selalu muncul banyak diskusi yang tiada habisnya mengenai penis, termasuk tentang ukuran ideal untuk dapat membawa kepuasan seksual bagi laki-laki dan pasangannya. Sebuah mitos populer tentang ukuran penis yang turun temurun terkonsepsi sejak lama dan masih dipersepsikan oleh banyak laki-laki adalah “ lebih besar, lebih baik” (Hanifah,2007). Secara turun temurun berbagai cara tidak logis dan tidak ilmiah telah dilakukan untuk memperpanjang ukuran penis, yang ternyata dapat mengakibatkan efek buruk,  akhirnya malah mengorbankan fungsi penis itu sendiri. Tentu saja ini adalah mitos yang perlu diluruskan. Secara histologi, penis tersusun dominan oleh jaringan ikat (mulai dari uretra<em>,</em> jaringan erektil <em>corpora cavernosa</em> dan <em>corpora cavernosum </em>serta<em> </em>tunika albuginea) lalu serabut otot polos dan hanya sedikit saja serabut otot bergaris. Karena lebih banyak jaringan ikat dan hanya sedikit otot bergaris, maka sejak pubertas mencapai puncak di usia 16-17 tahun, ukuran penis sudah tidak bisa lagi mengalami perubahan. Sedangkan sebelum usia tersebut ukuran penis masih bisa berkembang karena pengaruh hormon, terutama testosteron.</p>
<p style="text-align: justify;">Ukuran penis yang dikategorikan normal itu seberapa panjang dan berapa diameternya, belum banyak terdokumentasikan secara resmi. Kalaupun ada yang melakukan studi, hasilnya masih sangat bervariasi. Salah satunya, menyebutkan bahwa ukuran panjang penis saat tidak ereksi rata-rata berkisar antara 7,6 – 10,2 cm. Sedangkan saat ereksi panjang rata-rata penis adalah 12,7 – 17,8 cm (Francoeur, 1991).  Untuk data orang Indonesia secara resmi malah belum ada. Kemungkinan akan berbeda dengan standar rata-rata yang disebutkan oleh riset Francoeur. Dalam sebuah tulisan, seorang dokter ahli andrologi sempat menyebutkan bahwa ukuran penis rata-rata laki-laki Indonesia, kemungkinan kisarannya adalah 7 cm saat tidak ereksi dan menjadi dua kali lipat ketika ereksi (Setiawan N,2008).</p>
<p style="text-align: justify;">Ketakutan laki-laki bahwa ukuran penisnya terlihat terlalu kecil untuk memuaskan pasangannya saat berhubungan seksual seringkali menjadi sebuah alasan jamak. Namun, justru sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan laki-laki yang berpikir penis mereka terlalu kecil sesungguhnya memiliki penis berukuran normal (Mulhall JP, 2001). Alasan lain yang sering muncul adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara fisik, ukuran penis tidak berpengaruh bagi tercapainya orgasme dan kepuasan seksual perempuan, selama penis dalam keadaan normal sesuai perkembangan seharusnya. Orgasme dan kepuasan seksual perempuan lebih ditentukan oleh kualitas ereksi, kemampuan mengontrol ejakulasi dan keterlibatan emosional terhadap pasangan (Pangkahila W, 2008).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Laki-laki dan Praktek Memperbesar Penis Yang Menyesatkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Telah banyak upaya keliru yang dilakukan laki-laki selama ini untuk melakukan pembesaran penis. Tanpa disadari hal ini menjadi sasaran kalangan-kalangan yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan komersial yang tidak logis. Hal ini sudah berlangsung turun-temurun dan ratusan tahun lamanya, bahkan terjadi di seluruh dunia. Nama seperti “Mak Erot” pun sangat kondang sebagai ikon pembesaran penis di Indonesia.<strong> </strong>Padahal sudah jelas pada banyak kasus, yang terjadi setelah melakukan prosedur memperbesar penis adalah banyak penis yang mengalami deformitas baik secara fisik maupun fungsi seksual (Pangkahila W, 2008). Tentu saja korban praktek-praktek tidak ilmiah seperti ini tidak muncul ke permukaan karena mereka tidak berani untuk mengungkapkan kasusnya secara terbuka, yang akhirnya sering kali masyarakat menjadi tidak mengetahui akan adanya akibat buruk dari praktek-praktek pembesaran penis yang tidak ilmiah seperti ini. <strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang mengkhawatirkan adalah justru banjirnya informasi dilakukan kalangan  komersial yang menawarkan berbagai jenis praktek memperbesar penis yang promosinya seolah-olah menampilkan dukungan dari para ahli untuk mendapatkan kesan logis, ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan. Tetapi jika dicermati akan terlihat bahwa klaim keamanan dan efektivitasnya tidak terbukti. Pihak komersial seperti ini hanya  mengandalkan testimonial, data yang bias dan menampilkan gambar-gambar keberhasilan yang tidak otentik.</p>
<p style="text-align: justify;">Alat-alat bantu yang ditujukan secara komersial untuk pembesaran penis dapat berbahaya bagi kesehatan seksual laki-laki yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada penis. Kalau coba dicermati kembali apa yang bisa diakibatkan oleh upaya pembesaran penis tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Suntikan silikon cair tentunya sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan penis secara permanen. Beberapa riset juga menyebutkan adanya dugaan silikon cair  dengan kejadian kanker.</li>
<li>Pijatan tangan <em>(manual massage)</em> yang secara tradisional sering dikombinasikan dengan pemberian makanan tertentu (misalnya ketan lemang) dan penis dimasukkan ke alat tertentu (misalnya bambu). tetap dapat mengakibatkan efek buruk seperti luka lecet, pembengkakan hingga rasa nyeri.</li>
<li>Pompa <em>(vacuum)</em> sempat populer sebagai alat terapi disfungsi seksual, tetapi bila digunakan dalam waktu lebih lama daripada yang direkomendasikan malah dapat merusak jaringan elastis di penis. Sesungguhnya menggunakan pompa hanya menciptakan ilusi sehingga penis terlihat menjadi lebih besar, tetapi jarang berhasil secara permanen.</li>
<li>Pil, obat oles, obat tempel (<em>patch</em>) dan bahan lain (misalnya rendaman teh). Tidak satupun dari produk-produk ini terbukti bekerja dan beberapa mungkin dapat berbahaya  jika dosisnya sembarang, misalnya yang mengandung hormon.</li>
<li>Peregangan dengan beban <em>(traction)</em> adalah metode yang sangat riskan karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penis. Tidak ada bukti ilmiah bahwa teknik ini dapat menambah ukuran penis.</li>
<li>Operasi atau pembedahan penis (<em>phalloplasty</em>) secara medis masih dapat direkomendasikan untuk kepentingan non-kosmetik. Operasi dapat dilakukan untuk merekontruksi penis yang mengalami cidera parah, misalnya akibat kecelakaan, atau misalnya penis terpotong (seperti dalam kasus populer John Bobbitt). Sedangkan untuk kepentingan pembesaran penis dengan memotong otot dasar penis tidak dianjurkan. Memang penis dapat terlihat menjadi lebih panjang tapi hasilnya tidak memuaskan dan kemungkinan malah berdampak buruk karena bila otot dasar penis tidak kuat, penis tak akan dapat ereksi dengan baik.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lalu, Apakah Berarti Operasi Bisa Menjadi Pilihan?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya kebutuhan untuk operasi pembesaran penis sangat jarang. Jenis <em>phalloplasty</em> dengan tujuan memperbesar penis yang masih dikerjakan adalah<em> </em><em>Enhancement Phalloplasty dan Girth </em><em>E</em><em>nhancement</em>. Ada dua prosedurnya yaitu memperpanjang penis dan memperbesar diameternya. Caranya adalah pemotongan pada ligamentum suspensorium penis, yang memfiksasi pangkal penis pada tulang pubis. Bagian yang melekat pada tulang akan dilepaskan sehingga akan menjadi jatuh dan terlihat lebih panjang.  Sedangkan untuk membuat penis lebih tebal melibatkan pemindahan lemak dari bagian tubuh yang berotot tebal, bokong atau perut dan menyuntikkan lemak ke penis.</p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya tidak satupun dari teknik-teknik ini terbukti aman atau efektif. Memotong ligamentum suspensorium dapat menyebabkan ereksi penis menjadi tidak stabil. Suntikan lemak ke penis terbukti tidak ada manfaatnya. Justru ada potensi risiko dari teknik-teknik ini seperti infeksi, hilangnya sensasi kulit, pendarahan yang berlebihan hingga hilangnya fungsi penis. <em>Society for the Study of Impotence</em> menyatakan tidak ada studi independen termonitor yang obyektif mengenai keamanan atau keberhasilan dari metode ini, sehingga disebutkan operasi ini tidak lebih dari sebuah <em>experimental surgery </em>(operasi percobaan) saja. Disebutkan juga bahwa kebanyakan pasien yang menjalani operasi ini tidak puas dengan hasilnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Masih Banyak Hal Yang Bisa Dilakukan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 89% perempuan mengaku puas dengan ukuran penis pasangannya (Otis A, 2005). Namun faktanya, banyak laki-laki mengalami <em>“small-penis syndrome”</em> atau kekhawatiran akan ukuran penisnya yang dianggap kecil. Menurut <em>Journal Urology BJU International</em>, laki-laki yang mengalami sindrom tersebut mencapai sekitar 45%. Tak heran bila masih begitu banyak beredar tawaran di situs-situs internet untuk memperbesar dan memperpanjang ukuran penis.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi justru sebagian perempuan mengatakan bahwa laki-laki yang memiliki penis terlalu besar bukanlah sebuah kabar baik. Selama hubungan seksual, penis yang ukurannya lebih dari rata-rata dapat menyebabkan rasa ketidaknyamanan hingga rasa sakit. Dalam banyak kasus, ukuran penis adalah soal preferensi pribadi bagi laki-laki dan pasangannya. Yang lebih utama adalah relasi seksual dan komunikasi seksual yang baik, jadi tidak hanya ukuran fisik semata.  Terlebih perlu disadari bahwa peka rangsangan pada vagina (<em>G-spot</em>)  terletak di sepertiga bagian luar vagina. Jadi, sebetulnya sangat tidak relevan memperpanjang atau memperbesar ukuran penis demi kepuasan pasangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pemahaman seksual yang baik bersama pasangan. Hal-hal berikut bisa dilakukan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Berkomunikasi seksual yang lebih baik dengan pasangan. Termasuk berusaha berdiskusi terbuka tentang segala apa yang ada di diri dan pada pasangan.</li>
<li>Meningkatkan penampilan diri. Olahraga teratur tentu saja dapat membuat perbedaan besar. Juga kebiasaan hidup sehat, makan berimbang, menghentikan kebiasaan buruk (merokok, alkohol), menjaga berat badan tetap ideal. Kebugaran fisik yang lebih baik tidak hanya membuat terlihat lebih menarik, tetapi juga dapat mengembalikan performa seksual yang lebih baik.</li>
<li>Rapikan rambut pubis. Rambut pubis atau rambut kemaluan yang tidak rapi di sekitar dasar penis dapat membuat penis tidak tampak menarik. Bahkann pencukuran rambut pubis  dapat meningkatkan sensitivitas di sekitar dasar penis.</li>
<li>Berdiskusilah dengan dokter yang memahami kesehatan seksual. Banyak laki-laki akhirnya merasa nyaman dengan keyakinan bahwa mereka &#8220;normal&#8221; atas rekomendasi seorang ahli.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sekali Lagi, Pembesaran Penis Adalah Mitos</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak masyarakat yang terperangkap di dalam mitos mengenai ukuran penis yang lebih besar lebih dapat memuaskan pasangan. Sedangkan yang sebenarnya jauh lebih berpengaruh adalah kualitas ereksi dan kemampuan mempertahankan ereksi. Ukuran penis, sejauh ini dapat dikatakan tidak lebih dari sekedar penampakan fisik saja dan tidak mewakili fungsi dan kualitas hubungan seksual, selama ukurannya masih dalam rentang normal. Ini adalah salah satu contoh dari puluhan bahkan ratusan mitos tentang seks yang menyesatkan dan beredar luas dikalangan masyarakat bahkan praktisi kesehatan. Hal ini membuktikan bahwa pengetahuan mengenai seksualitas di masyarakat masih rendah.  Yang justru sangat penting untuk dilakukan saat ini adalah mengedukasi seluruh lapisan masyarakat agar memiliki pengetahuan yang memadai, termasuk tentang seksualitasnya. Atas dasar pengetahuan yang baik ini akan terbentuk persepsi yang sehat dan dasar perilaku seksual yang sehat. Terakhir, diharapkan juga kepada media agar secara sadar bisa memilah informasi yang benar secara selektif termasuk mengeksklusi iklan yang kontraedukatif dan menyuburkan mitos, mengingat fungsi media masa sebagai agen untuk mencerdaskan masyarakat. Jadi tidak ikut menipu masyarakat. Karena sampai saat ini semua iklan tentang pembesaran penis adalah sebuah penipuan publik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Daftar Rujukan:</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Francoeur, RT.1991. A Descriptive Dictionary and Atlas of Sexology.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanifah, L. 2007. Jamu dan Praktek-praktek Kelamin. LP3Y. Yogyakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulhall, JP. 2001. Serial assessment of efficacy and satisfaction profiles following penile prosthesis insertion and penile surgery. <em>Journal of Urology </em>165(5):1042A.</p>
<p style="text-align: justify;">Otis, A.2005. Common Penis Problems and Condition. New York. Cornell University Press.Ithaca.</p>
<p style="text-align: justify;">Pangkahila, W.2005.  Disfungsi Seksual Pria.Cetakan Pertama.Jakarta.Perpustakaan Nasional RI.</p>
<p style="text-align: justify;">Pangkahila, W.2008.  Konsultasi Seksologi. Tabloid Gaya Hidup Sehat. <a href="http://community.kompas.com/">http://community.kompas.com</a> (akses 10 September 2009).</p>
<p style="text-align: justify;">Schill, WB. 2006. Surgical Procedures in Andrology. In: Andrology for Clinician. Springer-Verlag.Berlin.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiawan, N. 2008. Memperbesar penis, Mitos? Kompas Online.<a href="http://kompas.com/">http://kompas.com</a> (akses 10 September 2009).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>* Ditulis untuk Pfizer Award of Sexology 2009.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/tawaran-iklan-memperbesar-penis-adalah-penipuan-anda-sesungguhnya-jauh-lebih-normal-dari-yang-anda-bayangkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi Tentang Sirkumsisi Laki-laki: Antara Tradisi, Pencegahan HIV dan Hak Seksual</title>
		<link>http://www.okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/sekali-lagi-tentang-sirkumsisi-laki-laki-antara-tradisi-pencegahan-hiv-dan-hak-seksual.html</link>
		<comments>http://www.okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/sekali-lagi-tentang-sirkumsisi-laki-laki-antara-tradisi-pencegahan-hiv-dan-hak-seksual.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 04:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Original Article]]></category>
		<category><![CDATA[hiv]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[khitan]]></category>
		<category><![CDATA[men`s health]]></category>
		<category><![CDATA[sirkumsisi]]></category>
		<category><![CDATA[who]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Apakah tradisi sirkumsisi yang sejak lama dipraktekkan atas dasar kepercayaan sesungguhnya adalah memang untuk kesehatan dan ramalan akan upaya pencegahan dari penyakit tertentu? Atau sirkumsisi justru memangkas hak-hak seksual manusia dalam mengeksplorasi seksualitasnya? Belakangan ini ada hal yang menarik perhatian karena menjadi sebuah kontroversi lagi, menyangkut rekomendasi terbaru yang diusulkan oleh CDC (Center for Disease [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/circumcision-051.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-457" title="circumcision-05.jpg" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/circumcision-051.jpg" alt="" width="275" height="275" /></a>Apakah tradisi sirkumsisi yang sejak lama dipraktekkan atas dasar kepercayaan sesungguhnya adalah memang untuk kesehatan dan ramalan akan upaya pencegahan dari penyakit tertentu? Atau sirkumsisi justru memangkas hak-hak seksual manusia dalam mengeksplorasi seksualitasnya? Belakangan ini ada hal yang menarik perhatian karena menjadi sebuah kontroversi lagi, menyangkut rekomendasi terbaru yang diusulkan oleh CDC (<em>Center for Disease Control</em>) tentang sirkumsisi laki-laki.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sekilas Tentang Sirkumsisi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sirkumsisi, khitan atau sunat adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh preputium (<em>prepuce</em>, <em>foreskin</em>, frenulum, kulup) yang menutupi glans penis (kepala penis). Kata sirkumsisi berasal dari <a title="Bahasa Latin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Latin">bahasa Latin</a> “<em>circum”</em> (memutar) dan “<em>caedere”</em> (memotong). Sirkumsisi memiliki riwayat sejarah yang sangat panjang sebagai salah satu tindakan bedah pertama yang dilakukan manusia. Ada tiga alasan utama orang menjalani sirkumsisi: (1) alasan kepercayaan, (2) indikasi medis dan (3) pencegahan penyakit.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sirkumsisi Dan Tradisi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sirkumsisi telah dilakukan sejak jaman prasejarah, dilihat dari gambar-gambar di gua yang berasal dari <a title="Zaman Batu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaman_Batu">Zaman Batu</a> dan makam <a title="Mesir purba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir_purba">Mesir purba</a>. Alasan sirkumsisi masih belum jelas pada masa itu tetapi teori-teori memperkirakan bahwa sirkumsisi merupakan bagian dari ritual pengorbanan atau tanda penyerahan pada Yang Maha Kuasa, tahapan menuju dewasa, tanda kekalahan atau <a title="Perbudakan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perbudakan">perbudakan</a>, atau upaya untuk menghambat fungsi seksual yang dianggap berlebihan. Sirkumsisi pada laki-laki diwajibkan pada agama <a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> dan <a title="Yahudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi">Yahudi</a>. Sirkumsisi juga terdapat di kalangan mayoritas penduduk <a title="Korea Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan">Korea Selatan</a>, <a title="Amerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika">Amerika</a>, dan <a title="Filipina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filipina">Filipina</a>. Dalam Islam, sirkumsisi tidak hanya dilakukan pada laki-laki, tetapi juga kepada perempuan. Pada perempuan sirkumsisi dilakukan dengan memotong bagian kulit yang terlihat menonjol ke atas vagina, dalam hal ini sering kali klitoris dan sebagian labia mayora dan labia minora. Metode klasik yang dilakukan secara tradisional adalah dengan menggunakan sebuah alat tajam misalnya sebilah bambu tajam atau pisau yang  langsung memotong preputium tanpa anesetesi (pembiusan). Bekas luka tidak dijahit dan langsung dibungkus dengan kain atau ramuan herbal tertentu. Sering kali cara ini mengakibatkan perdarahan dan infeksi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sirkumsisi Laki-laki Untuk Kesehatan Dan Pencegahan Penyakit</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Indikasi medis yang paling sering ditemui adalah phimosis. Kondisi lain adalah paraphimosis, balanopostitis berulang (<em>recurrent balanopostitis</em>) dan <em>balanitis xerotica olbiterans</em>. Sedangkan beberapa penyakit yang diduga berkurang risikonya dengan menjalani sirkumsisi adalah Infeksi Saluran Kemih (ISK), beberapa jenis Infeksi Menular Seksual (IMS), kanker serviks (pada pasangan seksualnya) dan kanker penis. Karena masih dugaan, seringkali masih mengundang kontroversi saat didiskusikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian ISK pada anak laki-laki usia sekitar 10 tahun adalah 1-2%. Ginsburg dan McCracken pertama kali melaporkan insiden ISK lebih tinggi pada anak laki-laki yang tidak disirkumsisi. Di sisi lain, terdapat 2% (20 per 1.000) kasus komplikasi dari prosedur sirkumsisi, terutama perdarahan dan infeksi. Beberapa publikasi mengenai hubungan antara sirkumsisi dan IMS masih sering membingungkan. Riwayat berhubungan seksual dengan laki-laki yang tidak disirkumsisi dapat menjadi faktor risiko tertular herpes simpleks (HSV) tipe-2 pada perempuan. Kalau sebuah studi di Australia pada tahun 1983 menyebutkan bahwa herpes genitalis, kandidiasis, gonore dan sifilis lebih sering terjadi pada laki-laki yang tidak disirkumsisi, tetapi justru sebuah studi baru di Australia juga malah menyebutkan bahwa sirkumsisi tidak memiliki dampak signifikan pada insiden IMS umum. Sebuah penelitian baru-baru ini melaporkan peningkatan risiko infeksi <em>Human Papilloma Virus</em> (HPV) pada laki-laki yang tidak disirkumsisi, dibandingkan dengan yang sudah disirkumsisi. Perempuan monogami yang pasangan laki-lakinya tidak disirkumsisi dan juga melakukan  hubungan seksual dengan enam atau lebih pasangan seksual memiliki risiko kanker serviks lebih tinggi dibandingkan perempuan yang pasangan seksualnya disirkumsisi dengan tipe prilaku seksual yang sama. Kanker penis merupakan kondisi yang jarang terjadi, dengan kejadian tahunan sekitar 1:100.000 laki-laki di dunia. Ada bukti bahwa sirkumsisi pada bayi akan memeberikan perlindungan dari kanker glans penis tapi tidak dari bagian shaft penis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sirkumsisi dan Pencegahan HIV</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Secara kumulatif kasus pengidap HIV dan AIDS di Indonesia yang telah dikoreksi dari tanggal 1 Januari 1987 hingga 31 Maret 2009 terdiri dari HIV 6.668 kasus, AIDS 16.964 kasus, sehingga jumlah keseluruhannya mencapai 23.632 kasus, dengan angka kematian 3.492 jiwa. Belakangan ini meningkatnya HIV dan AIDS lebih banyak dikarenakan hubungan heteroseksual. Jika dilihat dari faktor risiko maka antara lain heteroseksual mencapai 8.210, homoseksual mencapai 628, jarum suntik atau IDU mencapai 7.125, transmisi perinatal atau ibu yang sedang hamil yang menular kepada bayi mencapai 390, dan tak diketahui sebabnya mencapai 611 kasus.</p>
<p style="text-align: justify;">Anjuran penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV melalui hubungan seksual masih menemui banyak hambatan.  Metode pencegahan yang di kontrol oleh perempuan (female control method) melalui femidom yang dimunculkan lagi sesungguhnya didasarkan atas kenyataan bahwa angka penggunaan kondom yang masih relatif rendah dalam hubungan seks yang berisiko adanya fakta bahwa banyak pria yang sering melakukan hubungan seks berganti pasangan enggan untuk menggunakan kondom sehingga meningkatkan risiko penularan HIV.  Lalu, adanya kabar baik tentang kemunculan mikrobisida yang tadinya membawa harapan pun akhirnya kandas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai tanggapan atas kebutuhan mendesak untuk mengurangi jumlah infeksi HIV baru secara global, World Health Organization (WHO) dan UNAIDS mengadakan konsultasi pakar internasional pada bulan Maret 2007 untuk menentukan apakah sirkumsisi laki-laki harus direkomendasikan sebagai standar pencegahan HIV. Dari beberapa uji klinis yang telah dilakukan menunjukkan sirkumsisi pada laki-laki dapat mengurangi penularan HIV hingga 60%. Berdasarkan bukti-bukti yang ada, para ahli yang menghadiri konsultasi merekomendasikan bahwa Sirkumsisi laki-laki sekarang harus diakui sebagai suatu intervensi penting tambahan untuk mengurangi risiko infeksi tertular HIV secara heteroseksual pada laki-laki.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain, The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) saat ini malah mengeluarkan pernyataan melalui sebuah studi baru yang dilakukan oleh CDC, bahwa  sirkumsisi tidak mengurangi risiko tertular HIV di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Studi CDC ini juga untuk melengkapi pertanyaan-pertanyaan seperti apakah kesimpulan yang didapatkan oleh UNAIDS juga bisa berlaku sama di seluruh dunia? Studi-studi yang dilakukan dan dikutip oleh UNAIDS sebagian besar di  Afrika, di mana prevalensi HIV tinggi, angka sirkumsisi laki-laki rendah, dan cara penularan HIV yang paling utama adalah lewat hubungan heteroseksual. Tentu saja situasinya di tempat lain belum tentu sama. Misalnya di Amerika Serikat, setengah dari semua infeksi baru terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Cara penularan seperti ini tidak terlalu berpengaruh dengan prosedur sirkumsisi.</p>
<p style="text-align: justify;">CDC telah merilis sebuah pernyataan di situs yang menyatakan bahwa keputusan untuk merekomendasikan sirkumsisi sebagai sebuah prosedur resmi untuk pencegahan HIV masih belum final. Karena sesungguhnya perlu dipertimbangkan juga bahwa bayi laki-laki yang baru lahir tanpa sempat disirkumsisi pun bisa tertular HIV, dan laki-laki yang sudah disirkumsisi tetapi melakukan aktivitas seksual sesama laki-laki belumlah terlindungi dengan sirkumsisi ini. Maka pada akhirnya keputusan akhir yang diperlakukan CDC saat ini, sirkumsisi adalah bersifat sukarela.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya sirkumsisi hanyalah mengurangi risiko infeksi HIV, bukan itu mencegah infeksi. Laki-laki masih harus menggunakan kondom untuk mencegah HIV. Sirkumsisi diyakini dapat melindungi orang dari infeksi HIV karena preputium penis lebih rentan terhadap HIV dan dapat menjadi tempat masuk utama virus.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sirkumsisi dan Hak Seksual </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hak-hak Seksual yang disepakati menurut WHO pada Juni 2009 didasari atas HAM yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan, meliputi hak akan; (1) Akses  layanan kesehatan seksual  termasuk kesehatan  reproduksi ,(2) Semua layanan yang terkait dengan seksualitas, (3) Pendidikan seksualitas, (4) Penghormatan terhadap integritas tubuh, (5) Memilih – memutuskan  pasangan seksual, (6) Memutuskan aktif secara seksual atau tidak, (7) Konsensus relasi seksual, (8) Konsesus pernikahan, (9) Memutuskan  punya  anak atau tidak, (10) Memperoleh kepuasan seksual dan (11) Jaminan hubungan seksual yang aman (tidak menulari dan ditulari IMS dan HIV).</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.sciencedirect.com/science?_ob=ArticleURL&amp;_udi=B6VJW-4FXWJJC-13&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;_coverDate=04%2F30%2F2005&amp;_alid=389565158&amp;_rdoc=1&amp;_fmt=&amp;_orig=search&amp;_qd=1&amp;_cdi=6105&amp;_sort=d&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;view=c&amp;_acct=C000009718&amp;_version=1&amp;_urlVersion=0&amp;_userid=4161417&amp;md5=335f52f3b276bcf16fd3c434780dc84d" target="_blank">Jurnal of Urology April 2005</a> menyebutkan bahwa sirkumsisi menurunkan kepuasan seksual karena pada preputium yang dipotong tersebut terdapat syaraf-syaraf yang sangat peka. Selama ini, bila terjadi kontroversi seputar sirkumsisi, nampaknya semua sepakat tentang pelarangan sirkumsisi pada perempuan. Karena tindakan inipun  tidak dikenal sama sekali dalam dunia medis. Pemotongan atau pengirisan kulit sekitar klitoris apalagi klitorisnya sangat merugikan. Tidak ada indikasi medis untuk mendasarinya. Ada kritik bahwa tindakan sirkumsisi yang dilakukan orang tua terhadap anak laki-lakinya mengandung arti bahwa orang tua telah mengambil hak anaknya dalam memutuskan tindakan terhadap tubuhnya, termasuk keputusan dan hak seksualnya. Namun dalam hal ini, pertimbangan keagamaan dan budaya sering kali masih diakui dalam mengambil keputusan. Karena itu, tentu saja tugas petugas medis adalah memberikan informasi apa adanya, agar orang tua dapat memutuskan sendiri pilihan bagi anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki sirkumsisi terbukti memiliki fungsi yang signifikan dalam pencegahan HIV, karena aktivitas seksual ano-genital atau seks anal tetap sangat berisiko menimbulkan peluang penularan walaupun sudah disirkumsisi. Ini juga memberikan nilai risiko juga kepada pasangan heteroseksual yang juga melakukan seks anal sebagai variasi seksualnya. Aktivitas seks anal sendiri bukanlah sebuah anomali. Di samping dilakukan oleh laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, seks anal sering juga dilakukan oleh pasangan heteroseksual sebagai variasi seksual. Dan melakukan seks anal sebagai variasi seksual adalah hak seksual dari setiap orang untuk bisa mengeksplorasi seksualitasnya. Selama pasangan menyetujuinya dan tidak ada hambatan psikis maka hal ini bisa dilakukan dengan menyenangkan bersama.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Simpulan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan perkembangan terakhir atas pertimbangan sosial, kesehatan dan hak seksual manusia, maka tentang sirkumsisi pada laki-laki dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Keputusan sirkumsisi itu individual. (2) Kalaupun laki-laki sudah disirkumsisi bukan berarti aman dari infeksi menular seksual, karenanya tetap harus menggunakan kondom, karena manfaat sirkumsisi masih parsial. (3) Perlu diperhatikan secara hak-hak seksual dalam tindakannya dan dipertimbangkan dengan baik karena pada sebagian orang menghilangkan kenikmatan seksual.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Disampaikan dalam Kongres Nasional Seksologi 2009 di Pontianak dan dimuat di Harian Dewata Pos, Maret 2010<br />
Gambar dari <a href="http://www.danheller.com">www.danheller.com</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/sekali-lagi-tentang-sirkumsisi-laki-laki-antara-tradisi-pencegahan-hiv-dan-hak-seksual.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SOUNDRENALINE DAN FACEBOOK:  SEBUAH CATATAN PERJALANAN</title>
		<link>http://www.okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/soundrenaline-dan-facebook-sebuah-catatan-perjalanan.html</link>
		<comments>http://www.okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/soundrenaline-dan-facebook-sebuah-catatan-perjalanan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 07:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Original Article]]></category>
		<category><![CDATA[andra&the backbone]]></category>
		<category><![CDATA[apwg]]></category>
		<category><![CDATA[burgerkill]]></category>
		<category><![CDATA[de Buntu]]></category>
		<category><![CDATA[d`massive]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[gigi]]></category>
		<category><![CDATA[gwk]]></category>
		<category><![CDATA[kanan lima]]></category>
		<category><![CDATA[koil]]></category>
		<category><![CDATA[kotak]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[nanoe Biroe]]></category>
		<category><![CDATA[netral]]></category>
		<category><![CDATA[nidji]]></category>
		<category><![CDATA[painful by kisses]]></category>
		<category><![CDATA[party dorks]]></category>
		<category><![CDATA[pas band]]></category>
		<category><![CDATA[pee wee gaskins]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[saint locco]]></category>
		<category><![CDATA[SID]]></category>
		<category><![CDATA[slank]]></category>
		<category><![CDATA[soundrenaline]]></category>
		<category><![CDATA[the day after the rain]]></category>
		<category><![CDATA[the rock]]></category>
		<category><![CDATA[ungu]]></category>
		<category><![CDATA[upstair]]></category>
		<category><![CDATA[xxx]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa Soundrenaline? Ini bukan karena kebetulan sempat datang di mega konser yang satu ini, bukan juga karena konser tahun ini hanya diselenggarakan di Bali, tetapi tidak bisa dipungkiri, Soundrenaline masih diklaim sebagai panggung musik bergenre rock yang paling banyak menyedot perhatian publik dan media hingga hari ini. Jika para penggila rock di Amerika selalu membanjiri [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/tiket01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-463" title="tiket01" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/tiket01-300x190.jpg" alt="" width="300" height="190" /></a>Kenapa Soundrenaline? Ini bukan karena kebetulan sempat datang di mega konser yang satu ini, bukan juga karena konser tahun ini hanya diselenggarakan di Bali, tetapi tidak bisa dipungkiri, Soundrenaline masih diklaim sebagai panggung musik bergenre rock yang paling banyak menyedot perhatian publik dan media hingga hari ini. Jika para penggila rock di Amerika selalu membanjiri dua festival rock paling bersejarah: Woodstock dan Lollapalooza, lalu Australia juga punya Big Day Out, Jerman menjadi panas dengan seri Rock Im Park dan Rock Am Ring-nya serta para kamikaze muda Jepang juga tidak mau kalah dengan Summer Sonic-nya, maka Soundrenaline bisa menjadi jawaban atas pertanyaan “Festival Rock Terbesar di Indonesia apa sih?”.</p>
<p style="text-align: justify;">15 November yang lalu dua puluh ribuan manusia berdatangan menjejali Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pecatu.  Di hari Minggu yang cerah itu seluruh tiket ludes terjual. Malam hari deretan kendaraan menjadi sangat panjang, banyak yang gigit jari karena berlama-lama tertahan di jalan untuk sekedar bisa menembus pintu masuk. Yang datang malam hari malah pasrah dua hingga tiga jam untuk antri. Padahal band-band hebat sudah mulai tampil sejak sore jam tiga. Susahnya menembus GWK membawa kerugian terhadap jadwal tampil band. Banyak jadwal yang tidak bisa ditepati, misalnya kehadiran Burger Kill yang sangat molor karena terhalang oleh padatnya penonton sejak di jalan raya. Akhirnya band-band lokal yang selalu harus mengalah. Mestinya lebih banyak lagi penonton yang bisa melihat XXX tampil sangat luar biasa dengan kolaborasi kecak dan heroisme merah putihnya. Beberapa penonton dari luar Bali sempat nyeletuk <em>“Gile ini band. Keren banget..”</em> Ryan Kanan Lima mesti jumpalitan hingga celana jins nya robek, belum lagi nanoeBiroe yang tampil agesif dengan dukungan ratusan Baduda-nya. Sesungguhnya mereka perlu mendapat perhitungan dan tidak bisa dipandang sebelah mata oleh penyelenggara. Tapi ada yang perlu diberi aplaus, yaitu antisipasi terhadap semangat band-band indie Bali untuk tampil di Soundrenaline ini, walaupun akhirnya hanya bisa tampil di panggung yang lebih kecil. The Day After The Rain, Painful By Kisses, de Buntu dan kawan-kawan akhirnya bisa mendapat tempat untuk menjajal momentum Soundrenaline.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Minim Publikasi Tapi Kok Bisa Luber Penonton?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Barisan<strong> </strong><em>list of the performers</em> yang tampil di Soundrenaline memang selalu menjadi magnet yang kuat untuk mendatangkan banyak penonton. Apalagi sebagian dikenal dengan tampilan panggung yang selalu dinantikan. Festival Park menjadi panas oleh Burger Kill yang tampil penuh energi, Koil masih tampil cadas, Pas Band dan Netral masih belum ada matinya, Kotak menunjukkan kelasnya dalam beraksi, Saint Locco tampil hangat, juga tentu saja daya pikat SID mendatangkan para Outsidernya. Belum lagi mereka yang tampil lebih melow di Lotus Pond: D`Massive, Ungu, Andra &amp; The Backbone, The Rock, Nidji, Gigi dan tentu saja Slank. Semua adalah jaminan gelontoran adrenaline dan keringat buat menonton.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi ada yang menarik dari kehadiran puluhan ribu penonton itu karena sesungguhnya konser ini tidak terlalu gegap gempita dalam berpromosi, bahkan tidak terlihat ada mega promosi di media-media konvensional. Tidak seperti yang sudah-sudah. Tahun-tahun sebelumnya kita sering lihat bagaimana ramainya iklan Soundrenaline menjejali TV, majalah, radio dan surat kabar. Logikanya bila sebuah acara minim dengan promosi maka berisiko dengan minimnya kehadiran penontonnya. Tetapi logika sederhana ini rupanya sudah tidak bisa dipertahankan lagi dengan semakin mendapat tempatnya kehadiran media non-konvensional berbasis jaringan sosial di dunia maya. Tidak banyak yang menduga, justru Soundrenaline dipenuhi oleh banjirnya masa anak muda yang mengikuti perkembangan acara ini lewat situs-situs jejaring sosial di internet seperti Facebook, Twitter dan blog. Terutama Facebook. Sesungguhnya kekuatan konser ini dalam mendatangkan masa hanya ada dua: brand Soundrenaline yang sudah melekat dan hingar bingarnya Facebook.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lagi-lagi Facebook</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Begitu populernya Facebook, sampai Gigi pun terinspirasi untuk membuatnya menjadi sebuah lagu <em>“my facebook”</em> yang masih kencang beredar di radio-radio. Bagaimanapun juga, kepopuleran lagu <em>“Online</em>”  telah membuat Saykoji makin populer dan bertambah kaya.  Tidak bisa dihindari Facebook saat ini adalah situs jejaring sosial yang sedang digandrungi. Pengguna Facebook hingga awal November telah menembus 325 juta user di seluruh dunia.  Dari 325 juta pengguna tersebut, pengguna Facebook di Indonesia sudah mencapai angka 12 juta. Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke 7 sebagai negara pengguna Facebook terbesar di dunia. Dan dari 12 juta pengguna lebih tersebut, 47,04 persen di antaranya merupakan pengguna aktif. Urutan negara dengan pengguna terbanyak adalah Amerika Serikat, Inggris, Turki, Perancis, Kanada, Italia, Indonesia, Spanyol, Australia, dan Filipina.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan fenomena maraknya situs-situs jejaring sosial yang saat ini dipimpin oleh Facebook dan Twitter, mengirim pesan berantai dan saling menanggapi pesan dijamin bisa langsung diakses ke ratusan orang dalam hitungan detik dan menit, atau bahkan ribuan hingga jutaan orang hanya dalam sehari. Hanya dengan melakukan update status di Facebook bertuliskan <em>“Yuk datang ramai-ramai ke Soundrenaline di GWK minggu depan”</em>, seorang facebooker yang memiliki <em>friend list</em> sebanyak seribu teman saja sudah bisa mendapatkan tanggapan dari belasan orang dalam hitungan menit. Itu baru yang memberikan <em>“comment”</em> atau sekedar mengklik tanda jempol <em>“like this”</em>, belum lagi yang sekedar membaca tanpa meninggalkan jejak. Bisa dibayangkan bila status serupa juga dibuat oleh ratusan facebooker lainnya dengan respon yang serupa. Dan bisa ditebak, sesungguhnya dalam hitungan tiga hari saja ajakan untuk menghadiri event seperti Soundrenaline bisa langsung diketahui oleh jutaan pengguna Facebook yang sebagian besar adalah anak muda, yang juga merupakan target usia dari Soundrenaline. Itu baru Facebook, belum yang di Twitter. Dengan kata lain, di jaman sekarang, kehadiran media konvensional untuk mempromosikan acara-acara seperti konser musik dan sejenisnya makin digeser oleh kehadiran situs jejaring sosial. Dan ini adalah sebuah keuntungan besar bagi sebuah konser yang sudah punya nama sekelas Soundrenaline.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sisi Lain Facebook: Fenomena Pee Wee Gaskins, Party Dorks vs APWG</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi apakah kehadiran Facebook selalu membawa kabar baik? Tunggu dulu, saking paniknya, salah satu lembaga berbasis agama sempat melarang penggunaan Facebook. Kehadiran Facebook memang terasa jelas memunculkan fenomena kreatif. Hal-hal baik dan buruk bisa saja terjadi bagai sebuah pisau yang bisa ditujukan buat mengiris bawang sekaligus mengiris urat nadi. Demikian juga, ternyata sebelum konser Soundrenaline berlangsung kabar-kabar dan komentar yang muncul di status, di wall, di group Facebook juga tidak selalu ajakan yang kondusif. Tidak semua band yang tampil di Soundrenaline ternyata memiliki fans yang fanatik atau simpatik. Sebagian justru datang untuk menyalurkan aspirasi tidak simpatiknya kepada band yang tampil. Ini bukan cerita tentang D`Massive yang sejak sore sudah ditongkrongin oleh para Massivers Bali yang imut-imut dan jelita itu. Tetapi ini tentang Pee Wee Gaskins (PWG) yang menjadi korban malam itu. Malam yang bisa jadi tidak akan mereka lupakan karena mereka tampil tidak konsentrasi dan dibawah tekanan lemparan botol air mineral, teriakan-teriakan untuk meminta mereka turun dan umpatan akan istilah-istilah homoseksual yang distigmakan ke mereka, hingga meriahnya salam jari tengah yang sesungguhnya tidak pantas dari puluhan penonton yang merangsek ke depan panggung. Ironisnya ini terjadi di Soundrenaline, walaupun hal ini sudah bisa ditebak akan terjadi mengingat fenomena yang terjadi pada PWG belakangan ini. Jadi teringat fenomena serupa yang pernah terjadi di awal kemunculan SID sebagai band punk yang mulai diperhitungkan di panggung-panggung terbuka secara nasional beberapa tahun lalu. Terlepas dari apapun alasan anarkisme penonton terhadap musisi yang tampil, sesungguhnya hal ini perlu diantisipasi. Syukur anarkisme tidak berlanjut meluas.</p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena PWG ini bisa jadi disebabkan oleh kekuatan dunia maya. PWG juga “dijatuhkan” oleh Facebook. Kasus foto ciuman sejenis yang beredar luas di internet dan Facebook, yang katanya atau diduga dilakukan oleh personel PWG membawa respon antipati dari masa ABG dan remaja, yang memang menjadi sasaran target musik PWG. Mereka yang tadinya masuk ke dalam komunitas Party Dorks (fans PWG) malah justru ikut-ikutan melebur ke dalam komunitas APWG (Anti Pee Wee Gaskins) karena terpengaruh dengan hasutan yang beredar tentang berbagai isu dan gosip buruk personel PWG mulai dari kesombongan hingga permasalan seks. PWG sudah melakukan klarifikasi tetapi tentu saja hal-hal seperti ini sering kali tidak mempan dan  malah “berkat jasa” Facebook masa APWG makin bertambah banyak jumlahnya, bahkan ada 400 lebih account group Facebook yang memakai identitas APWG dengan jumlah member bervariasi. Di sisi lain jumlah group dengan identitas Party Dorks juga ada sekitar 400-an. Sebuah perang di ranah Facebook yang luar biasa. Tentu saja akhirnya isu ini merambah dunia nyata dengan respon yang sudah bisa ditebak: konser musik PWG yang selalu diselingi hujatan, salam jari tengah dan lemparan botol air mineral. Sepertinya di konser-konser PWG berikutnya, kejadian serupa masih juga akan terjadi. Tentu sangat disayangkan. Atau jangan-jangan PWG malah menikmati fenomena ini, saking kebalnya. Buktinya, dari sebuah info, San-San (salah seorang personel PWG) dengan bangga menyebutkan pasca konser Soundrenalin kemarin seorang vokalis band lain, Jimmy Multazam dari The Upstair menghampirinya dan bilang <em>“San, gile juga band lu ya, bisa bikin rusuh gitu. Itu artinya band lu sudah bisa dibilang besar karena dapat perhatian besar dari penonton. Band gue aja nggak bisa gitu”</em>. Nah lho. Dan semua fenomena ini bisa terjadi dengan cepat. Lagi-lagi gara-gara Facebook.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Perlukah Band Untuk Melek IT?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jawabnya sangat mudah. Bukan lagi perlu, tetapi “harus”. Mengingat banyak fans bisa diraih dan cepatnya informasi yang bisa ditampilkan di dunia maya.  Yang menjadi syarat kemudian adalah: <em>“good networking”</em> dan <em>“good relationship”</em>. Membina jaringan yang lebih baik dengan komunitas musisi lain dan membina hubungan baik dengan para fansnya.  Itu artinya juga harus rajin untuk selalu berbagi informasi yang positif tentang keberadaan bandnya, tentu saja dengan gaya dan karakter masing-masing. Saat ini untuk bisa tampil dan mengelola fans sudah bisa dengan sangat mudah dilakukan lewat Facebook. Beberapa band Bali seperti Discotion Pill, Bintang, XXX, deBuntu, D`Kantin, Artmosphere, Hanamura terlihat aktif dalam mengupdate Facebooknya. Kalau mau yang lebih serius, bisa ditingkatkan lagi statusnya ke bentuk website yang dikelola dengan baik atau yang berbasis blog, seperti yang sudah dilakukan misalnya oleh SID, Navicula, Dialog Dini Hari, XXX, Telephone, Day After The Rain dan lainnya. Website komunitas seperti deathrockstar.com hingga musikator.com juga bisa digunakan sebagai sarana membina relasi musik ini. Mungkin sebagian band lagi lebih tertarik untuk menampilkan diri di situs MySpace dan Friendster, semua tentu bisa dilakukan untuk bisa membina relasi dengan fans dan band lain,  sekaligus promosi, selama semua bisa dibina lewat hubungan baik dan tidak mengundang antipati publik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nah, Sekarang Bagaimana?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sudah saatnya musisi bisa dengan baik mengelola fansnya. Facebook adalah salah satu media yang paling mudah. Yang perlu diingat adalah tidak sekedar membuat, tetapi juga mengelolanya dengan baik. Walaupun hanya buat fans, tetapi karena sifatnya yg sangat mudah diakses dan bisa dilihat siapa saja, tentu saja jangan lagi sembarangan “melakukan kesalahan” walaupun tujuannya hanya untuk iseng dan senang-senang, karena tidak semua orang bisa dengan persepsi yang sama menerimanya. Manfaatkan peluang yang ada untuk membentuk jaringan yang luas tetapi bertanggungjawab, karena ini demi karir juga, karena apapun yang diinformasikan, bisa dalam hitungan detik sudah tiba sebagai informasi baru bagi ratusan, ribuan pengguna facebook atau fans dimanapun berada. Karena dunia maya adalah dunia yang tanpa batas. Jadi selama bisa bertanggung jawab, silakan lanjutkan berFacebook!</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ditulis dalam Majalah Musik; BM2, Edisi Desember 2009.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/15533_196052970889_649535889_2925447_4591567_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-464" title="15533_196052970889_649535889_2925447_4591567_n" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/03/15533_196052970889_649535889_2925447_4591567_n-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.okanegara.com/artikel-lengkap-yang-pernah-ditulis/soundrenaline-dan-facebook-sebuah-catatan-perjalanan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teringat Kembali: &#8220;Untuk Ketut&#8221;</title>
		<link>http://www.okanegara.com/wonderful-life/teringat-kembali-untuk-ketut.html</link>
		<comments>http://www.okanegara.com/wonderful-life/teringat-kembali-untuk-ketut.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 04:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
				<category><![CDATA[AIDS Corner]]></category>
		<category><![CDATA[Wonderful Life]]></category>
		<category><![CDATA[aids]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[hiv]]></category>
		<category><![CDATA[kid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Suasana hati saya kembali mengingat sebuah untaian kata yang sempat saya tulis kira-kira setahun lebih lalu. Hari ini kembali saya bertemu dengan seorang anak. Masih sangat muda. Terinfeksi HIV.  Dan saya teringat kembali. Letih. Letih sekali. Kaki ini hampir mati rasa. Tak kuat lagi melangkah. Tapi ku tak boleh berhenti. Berhenti berarti pecundang. Karena ada [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-444" title="kid hiv" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2010/01/kid-hiv-200x300.jpg" alt="kid hiv" width="200" height="300" />Suasana hati saya kembali mengingat sebuah untaian kata yang sempat saya tulis kira-kira setahun lebih lalu. Hari ini kembali saya bertemu dengan seorang anak. Masih sangat muda. Terinfeksi HIV.  Dan saya teringat kembali.</p>
<p>Letih.<br />
Letih sekali.<br />
Kaki ini hampir mati rasa.<br />
Tak kuat lagi melangkah.<br />
Tapi ku tak boleh berhenti.<br />
Berhenti berarti pecundang.<br />
Karena ada yang lebih letih.<br />
Anak-anak itu.<br />
Lebam dan radang tengah terjadi.<br />
Nafas tidak lagi segar.<br />
Darahpun kini berlumur mahluk asing.<br />
Mahluk yang tidak diharap hadir.<br />
Si virus itu.<br />
Yang telah merenggut orang yang disayangi.<br />
Hari ini, mahluk itu masih menjadi sahabat.<br />
Hari ini, mereka masih bermain bersama.<br />
Esok hari, tidak akan lagi sama.<br />
Virus licik itu akan merubah segalanya.<br />
Ketut, ini kubawakan buku tulis.<br />
Buku buatmu menulis.<br />
Tulislah semua.<br />
Tentang hari yang masih indah.</p>
<p><strong><em>“untuk ketut”</em></strong><br />
by okanegara, 1 Desember 2008</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk semua anak-anak yang ditinggal orangtuanya, anak-anak yang terdampak oleh HIV AIDS. Kepedulian adalah kata yang dinanti di jaman ini bagi segelintir orang. Sebuah buku tulis dan buku bacaan bagi banyak orang adalah hal biasa. Tetapi tidak bagi mereka, anak-anak yatim piatu yang tidak lagi punya sandaran harta. Sekali lagi ini bukan tentang harga, tetapi tentang kepedulian. Kita bisa berbagi apa saja yang dibutuhkan anak-anak ini. Bagi sebagian orang bisa jadi kecil, tetapi itu bisa berarti banyak untuk yang lain. Tidak perlu menunggu sayap itu tumbuh untuk menjadi malaikat. Semua orang bisa menjadi malaikat bagi orang lain.</p>
<p>foto: www.zipthumbs.com/wow/HIV.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.okanegara.com/wonderful-life/teringat-kembali-untuk-ketut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari AIDS Lagi. Lagi-lagi Masih Banyak Yang Perlu Dikerjakan.</title>
		<link>http://www.okanegara.com/youth-world/hari-aids-lagi-lagi-lagi-masih-banyak-yang-perlu-dikerjakan.html</link>
		<comments>http://www.okanegara.com/youth-world/hari-aids-lagi-lagi-lagi-masih-banyak-yang-perlu-dikerjakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 07:42:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
				<category><![CDATA[AIDS Corner]]></category>
		<category><![CDATA[Wonderful Life]]></category>
		<category><![CDATA[Youth World]]></category>
		<category><![CDATA[aids]]></category>
		<category><![CDATA[world aids day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pagi tadi terlihat banyak siswa sekolah, aktivis LSM dan mereka yang mencoba peduli dengan permasalahan HIV AIDS turun ke jalan. Hari ini 1 Desember adalah saat orang-orang di berbagai belahan dunia ikut merayakan World AIDS Day atau Hari AIDS Sedunia. Bagi yang sudah pernah mengikuti atau mengetahuinya, tentu saja sudah sangat lekat dengan maraknya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-430" title="has" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2009/12/has-300x192.jpg" alt="has" width="300" height="192" />Sejak pagi tadi terlihat banyak siswa sekolah, aktivis LSM dan mereka yang mencoba peduli dengan permasalahan HIV AIDS turun ke jalan. Hari ini 1 Desember adalah saat orang-orang di berbagai belahan dunia ikut merayakan <a href="http://www.worldaidsday.org"><em>World AIDS Day</em></a> atau Hari AIDS Sedunia. Bagi yang sudah pernah mengikuti atau mengetahuinya, tentu saja sudah sangat lekat dengan maraknya pita merah, lambang kepedulian terhadap HIV AIDS yang sering kali menjadi ikon perayaan Hari AIDS Sedunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dunia terdapat sekitar 40 juta orang hidup dengan HIV dalam darahnya, dan diperkirakan setiap harinya 14.000 orang terinfeksi HIV. Itu artinya dalam setiap enam detik terdapat penambahan satu kasus baru. Pengidap HIV AIDS di Indonesia hingga akhir September lalu mencapai 18.442 orang tersebar di 32 propinsi dan 300 kabupaten/kota dengan rasio 3:1 antara laki-laki dan perempuan (berdasarkan data yang dikeluarkan Dirjen P2PL Departemen Kesehatan RI).  Kalau ditelusuri rata-ratanya adalah 8,15 per 100.000 penduduk jika memakai jumlah penyebut dari jumlah penduduk berdasarkan data BPS 2006. Secara kumulatif sejak ditemukan pertama kali kasus AIDS di Bali pada tahun 1987, cara penularannya melalui aktivitas seksual heteroseksual sebanyak 49,7%, IDU (<em>Injecting Drug User</em>) atau pengguna narkotika suntikan sebanyak 40,7%, lalu penularan lewat kasus laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki sebanyak 3,4% berdasarkan perilaku berisiko.  Dari usia, yang terinfeksi pada kelompok usia 20-29 sebanyak 49,57%, disusul kelompok umur 30-39 tahun sebanyak 29,84% dan kelompok 40-49 tahun sebanyak 8,71%. Terlihat jelas usia muda dan produktif adalah kelompok utama yang tertular HIV saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya sudah banyak kemajuan terjadi. Jauh dari yang dipikirkan dan diduga sebelumnya. Bali sebagai salah satu contoh propinsi yang cukup aktif melakukan kegiatan penanggulangan secara bersinergi, saat ini bisa mulai perlahan mengurangi laju pertambahan kasus baru HIV bila dibandingkan dengan angka nasional. Dari yang di awal-awal kemunculannya selalu menempatkan Bali di tiga besar jumlah kumulatif kasus  HIV AIDS terbanyak di Indonesia, saat ini Bali sudah berada di tempat kelima. Urutan sepuluh besar jumlah kasusnya berdasarkan propinsi di Indonesia saat ini adalah Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Papua, Bali, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Bali, penularan HIV di lembaga pemasyarakatan, yang sebelumnya sempat mengkhawatirkan karena maraknya penggunaan narkoba suntikan bersama-sama, saat ini juga sudah makin terkendali. Peningkatan kasus-kasus baru dari kalangan pengguna narkoba suntikan semakin menurun drastis. Bisa jadi ini bukti bahwa penanggulangan berbasis komunitas dan kelompok khusus melalui pendampingan sebaya lewat program <em>Harm Reduction</em> cukup berhasil. <em>Harm reduction</em> adalah upaya-upaya yang ditujukan khusus buat kalangan berperilaku berisiko untuk mengurangi dampak buruk yaitu mencegah tertular dari HIV, misalnya dengan pembagian jarum suntik steril kepada pengguna narkoba suntikan.  Atau program rumatan <em>methadone</em> dengan pemberian oral (diminum), untuk menggantikan heroin yang disuntikkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya, masalah masih tetap ada. Keberhasilan program <em>Harm Reduction</em> masih belum diikuti oleh keberhasilan dalam menekan kasus penularan HIV dari hubungan seksual yang tidak aman. Estimasi yang dibuat berdasarkan kalkulasi epidemiologis di Bali bisa banyak berbicara dalam memetakan kecenderungan terkini penularannya. Peningkatan estimasi pengidap HIV dan AIDS yang di awal tahun 2000an masih disebut dalam bilangan 3000 kasus (dengan rincian 1900 dari kasus-kasus seksual dan 1100 dari kasus-kasus narkoba suntik)  menjadi 4000 kasus di tahun 2004 (dengan rincian 2700 dari hubungan seksual tidak aman dan 1300 dari kasus-kasus narkoba suntik). Terlihat estimasi peningkatan yang cukup berarti pada kasus-kasus baru infeksi HIV lewat cara-cara hubungan seksual yang tidak aman. Sedangkan peningkatan kasus dari penggunaan narkoba suntikan tidaklah terlalu cepat. Peningkatan kasus-kasus baru dari hubungan seksual sangat dimungkinkan mengingat pencegahan dan penanggulangan dari cara penularan yang satu ini tidaklah mudah, karena hubungan seksual memang cukup susah untuk dikontrol dan dikendalikan mengingat sifatnya yang sangat personal dan memerlukan kesadaran pribadi yang kuat dan pemahaman yang konsisten tentang risiko hubungan seksual yang tidak aman.</p>
<p style="text-align: justify;">Akses masyarakat yang membutuhkan alat kontrasepsi juga masih sangat terbatas. Beberapa macam model kampanye telah dilakukan oleh berbagai lembaga, baik LSM maupun juga pihak swasta untuk mensosialisasikan penggunaan kondom, misalnya. Tetapi angka penggunaan kondom masih rendah, yaitu hanya sekitar 20-30%. Tentu saja ini masih sangat jauh dari yang ingin dicapai dalam Komitmen Sanur. Keberadaan femidom atau kondom perempuan juga masih terbatas dan belum banyak yang mengetahui. Padahal fungsi kondom tidak lagi hanya sebatas alat kontrasepsi, tetapi justru sebagai proteksi dan pencegahan terhadap infeksi menular seksual, termasuk pencegahan HIV di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus-kasus infeksi HIV AIDS juga bisa tampil dalam bentuk baju yang lain dengan fenomena sosial yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Kondisi lembaga pemasyarakatan  yang sesak, berjejal dengan banyaknya narapidana membuat mereka yang mengidap HIV menjadi tidak leluasa untuk bisa sekedar menjaga kesehatan. Kejadian Tuberkulosis akhirnya menjadi sering muncul sebelum yang bersangkutan masuk fase AIDS. Dan kemunculan Tuberkulosis ini justru akhirnya bisa memperburuk daya tahan tubuh pengidap HIV.  Tuberkulosis adalah infeksi oportunistik terbanyak dari puluhan infeksi oportunistik yang menyebabkan pengidap AIDS meninggal.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya permasalahan lainnya: resistensi HIV terhadap obat ARV. Obat yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup pengidap HIV dengan menekan laju replikasi HIV dalam tubuh. Agar terapi ARV berjalan optimal,  pengidap HIV harusnya patuh minum obat, selama seumur hidup. Jika tidak disiplin dalam menepati waktu minum atau lupa minum satu hari, maka ARV tidak akan berfungsi optimal dalam menekan virus. Malah, HIV di dalam tubuh menjadi kebal terhadap ARV. Resistensi juga bisa terjadi jika seseorang terinfeksi virus yang sudah resisten. Repotnya, hingga saat ini Indonesia belum memiliki fasilitas memadai untuk melakukan tes resistensi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian, banyak anak-anak tidak berdosa yang juga terdampak HIV. Sebagian dari mereka sudah terinfeksi HIV sejak lahir. Sampai dengan tahun  2008 lalu, misalnya terdapat 23 anak-anak yang menjadi yatim piatu karena orang tua meninggal lebih dulu di daerah Gerokgak, Buleleng. Jadi problema HIV AIDS tidak semata-mata menyasar kalangan yang berisiko tinggi seperti mereka yang gonta-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom, atau mereka yang menggunakan narkoba suntikan bersama-sama, tetapi justru sudah memasuki wilayah rumah tangga. Anak-anak dan ibunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika hal-hal seperti ini masih juga belum bisa menyadarkan masyarakat untuk ikut peduli dan mau memahami HIV AIDS dengan lebih baik, jangan salah jika apa yang akan dialami Bali, kira-kira akan bisa terjadi sesuai dengan skenario berikut (dengan perhitungan masih dengan estimasi 3000 kasus): sekitar 50% dari mereka yang saat ini mengidap HIV dalam kurun waktu 5 tahun akan memasuki fase AIDS. Kemungkinan sekali separuh dari pengidap AIDS itu yaitu sekitar 750 orang akan membutuhkan perawatan. Tempat tidur yang dimiliki oleh RSUP Sanglah yang merupakan pusat pelayanan kesehatan rujukan saja hanya ada sekitar 800an. Bisa jadi sebagian besarnya akan dihuni oleh pengidap AIDS. Belum lagi disusul gelombang penderita baru yang semakin banyak. Kebutuhan akan dokter, perawat, obat, alat dan sebagainya akan juga meningkat. Bahwa di Bali akan berlangsung “ngaben” masal bisa saja mendekati kenyataan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan menakuti. Tapi itu semua bisa saja benar-benar terjadi. Semua bisa terjadi ketika upaya edukasi masyarakat secara menyeluruh belum juga tuntas sampai ke seluruh lapisan masyarakat. Ini mengakibatkan stigma dan diskriminasi masih terjadi. Upaya mengikis stigma sering kali juga belum bisa dibahasakan dengan baik dan seragam oleh berbagai kalangan. Malah hal seperti ini masih terjadi di tingkat pemahaman internasional sekalipun. Sebuah kampanye agresif dan intimidatif juga bisa terjadi di negara-negara maju seperti yang terjadi dalam kampanye controversial <a href="http://okanegara.com/sexuality-blitz/367.html"><em>“AIDS is Mass Murderer”</em></a> yang malah semakin memunculkan stigma AIDS yang menyeramkan. Padahal kenyataannya tidaklah lagi menakutkan.  Harusnya HIV AIDS bisa tampil lebih <em>soft</em> tanpa muatan stigma. Layaknya bagaimana keberadaan Hepatitis C, Hepatitis B yang jauh dari stigma. Bahkan sejak ampuhnya ARV dalam menekan laju HIV dalam tubuh (walaupun belum bisa disembuhkan), sesungguhnya infeksi HIV sudah bisa disejajarkan dengan berbagai penyakit kronis lainnya seperti diabetes, penyakit jantung maupun hipertensi, yang mana pengidap penyakit-penyakit kronis ini juga bisa berakibat fatal bila yang bersangkutan tidak memelihara kesehatan, berpola hidup sembarang dan tidak teratur mengkonsumsi obat.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai kampanye, bentuk-bentuk dukungan sebaya dan edukasi tetaplah harus bisa terus digiatkan, tentu saja dengan metode-metode yang masif progresif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lewat cara-cara yang efektif. Tidak hanya asal dan sekedar seremonial. Sangat disayangkan kalau upaya edukasi dan diseminasi informasi ke masyarakat ditunggangi dengan kegiatan-kegiatan kampanye personal demi popularitas atau mengejar jabatan dan kedudukan semata. Kenyataannya ini masih saja terjadi. Keberadaan organisasi-organisasi dengan segmen khusus harusnya juga bisa selalu didukung. Sebagi contoh, kehadiran kelompok siswa peduli AIDS di sekolah, misalnya, harusnya bisa ikut membangkitkan motivasi dan peluang yang lebih baik untuk selalu memberikan dukungan dan edukasi di tingkat lembaga pendidikan. Tentu saja rentetan berikutnya, pihak sekolah dan para guru dituntut untuk bisa selalu melengkapi diri dengan pengetahuan yang lebih baik dan <em>up to date</em> serta kemampuan yang baik dalam mentransfer informasi HIV AIDS yang benar buat siswanya. Karena sesungguhnya ini memiliki nilai strategis untuk memberikan akses informasi, rujukan pelayanan dan pemberdayaan anak dan remaja yang merupakan siswa di sekolah. Ini juga kesempatan yang strategis untuk mulai memberikan pemahaman yang benar tentang hak asasi dan hak-hak remaja, hingga bagaimana memberdayakan remaja dalam mengakses informasi dan pelayanan secara luas.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga perayaan Hari AIDS Sedunia kali ini tidak lagi menjadi seremonial belaka. Masih banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah buat semuanya. Bukan hanya buat dokter, aktivis LSM, atau pemerintah saja sesungguhnya. Tapi semuanya. Termasuk masyarakat. Justru masyarakat yang harus lebih banyak berperan kondusif. Sudah saatnya memposisikan permasalahan HIV AIDS sebagai permasalahan bersama. Membiarkan mitos masih bertumbuh subur dan menganggap sepele hingga antipati terhadap upaya-upaya kepedulian terhadap fenomena HIV AIDS adalah juga bentuk tindakan tidak bertanggung jawab. Mempekerjakan pekerja seks tanpa mempedulikan nilai-nilai perilaku seks yang aman, melakukan diskriminasi dalam pelayanan kesehatan terhadap pengidap HIV dan AIDS,  tidak membekali anak dengan pengetahuan yang cukup tentang seksualitasnya, tidak memberikan edukasi yang memadai di sekolah tentang kesehatan reproduksi dan seksual adalah beberapa contoh pembiaran dan ketidak pedulian yang akan berakibat fatal buat masa depan generasi muda. Yang berarti pula sebuah upaya yang sering kali tanpa disadari merupakan sebuah upaya penghancuran bangsa. Berlebihan? Saya kira tidak. Jika kita tidak berbuat sesuatu bersama, ini semua hanya menunggu waktu. Karenanya, mari tetap peduli. Sekecil apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat Hari AIDS Se-Dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Okanegara, kampus sudirman, 1 Desember 2009, 12.00 Wita.</em></p>
<h6 style="text-align: justify;">*gambar di atas dan beberapa foto-foto Hari AIDS Sedunia di Indonesia bisa dilihat di <a href="http://news.id.msn.com/photogallery.aspx?cp-documentid=3728091&amp;page=3">sini</a><em><br />
</em></h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.okanegara.com/youth-world/hari-aids-lagi-lagi-lagi-masih-banyak-yang-perlu-dikerjakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BBC, Komunitas Muda Yang Tidak Sekedar Menulis, Tetapi Juga Berbagi.</title>
		<link>http://www.okanegara.com/youth-world/bbc-komunitas-muda-yang-tidak-sekedar-menulis-tetapi-juga-berbagi.html</link>
		<comments>http://www.okanegara.com/youth-world/bbc-komunitas-muda-yang-tidak-sekedar-menulis-tetapi-juga-berbagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 06:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wonderful Life]]></category>
		<category><![CDATA[Youth World]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Ini hanya sebuah renungan ringan. Menjadi blogger atau narablog itu gampang-gampang susah. Bermodalkan minat, komputer dan koneksi internet seorang blogger sesungguhnya telah tampil mengambil posisi sebagai sumber berita di ranah dunia maya yang tanpa batas. Apa saja, siapa saja, dimana saja bisa dilakukan selama ada minat, ide menulis dan koneksi internet. Informasi dan gagasan yang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-420" title="2 thn bbc" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2009/11/2-thn-bbc-300x214.jpg" alt="2 thn bbc" width="300" height="214" />Ini hanya sebuah renungan ringan. Menjadi blogger atau narablog itu gampang-gampang susah. Bermodalkan minat, komputer dan koneksi internet seorang blogger sesungguhnya telah tampil mengambil posisi sebagai sumber berita di ranah dunia maya yang tanpa batas. Apa saja, siapa saja, dimana saja bisa dilakukan selama ada minat, ide menulis dan koneksi internet. Informasi dan gagasan yang diposting ke dalam blog bisa menjadi bacaan baru yang bernilai lebih tajam menggantikan media konvensional. Tidak bisa dibantah, blog semakin lama semakin berkembang pesat. Paling tidak keadaan itu masih bertahan sebelum tampilnya facebook yang menyeruak menyita perhatian publik. Lewat blog, berbagai dinamika terjadi. Blog melesat menjadi sebuah kekuatan baru yang semakin menguat dan bisa jadi menakutkan bagi sebagian pihak. Bahkan beberapa bukti menyebutkan blog pun bisa mengubah dunia.<span id="more-419"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak bisa dihindari, dari hal-hal yang bersifat personal, sering kali tumbuh kebutuhan dan kesadaran seminat untuk bisa berinteraksi bersama. Bukan online lagi. Tetapi kebersamaan yang sesungguhnya. Tentu saja akan bakal menarik bila para blogger dapat berkumpul, berdiskusi, bertukar ide secara langsung tanpa koneksi internet lagi. Kembali ke asal. Hal ini juga yang menjadi kesadaran dari sebuah komunitas blogger bernama <a href="http://www.baliblogger.org">BBC (Bali Blogger Community).</a> Dari kehadiran personal di dunia maya, berlanjut menjalin tali kebersamaan di dunia maya bersama. Kerinduan akan interaksi langsung berbuah pertemuan (kopdar) masal untuk membentuk sebuah komunitas. Itu semua terjadi dua tahun lalu, di saat blog sedang beranjak popular. Sejak saat itu <a href="http://www.baliblogger.org">BBC</a> sanggup menggeliat dari sekedar berinteraksi menjadi sebuah komunitas cair dengan berbagai profesi di dalamnya yang sanggup berbuat sesuatu buat orang lain. Sebutannya: berbagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengatasnamakan Bali, bukan berarti menjadikan <a href="http://www.baliblogger.org">BBC</a> tersegmentasi dan sektarian. Tidak sama sekali. Nama Bali hanya menjadi benang penghubung dan “ikatan batin” keberadaan komunitas blogger ini. Orang Bali, mereka yang tinggal di Bali, atau sekedar peduli Bali bisa bergabung dan ikut berbagi. Tetap dengan senjata utama blog dan tulisan.</p>
<p style="text-align: justify;">Uniknya walaupun tampil sebagai komunitas cair, semua masih bisa dipertahankan dan dijalankan dengan berbagai suka duka. Hingga hari ini. Berbekal slogan <strong><em>“Mai Ngeblog Apang Sing Belog”</em></strong>, <a href="http://www.baliblogger.org">BBC</a> bisa meningkatkan jati diri tidak hanya sekedar sekumpulan orang yang mengelola blog dengan berbagai kepentingan dan alasan semata. Tidak hanya itu. Tetapi sudah melampauinya. Banyak hal sudah dilakukan. Tanpa banyak perhitungan semua bisa dijalankan dengan penuh dinamika. Ada yang sukses, ada yang setengah jalan, juga ada yang batal. Tetapi hal yang dinamis itulah yang membuat segalanya menjadi hidup. Manusia pun bisa bernafas karena ada upaya menarik nafas dan mengeluarkan nafas. Dua hal yang berlawanan. Gerakan naik turun dan maju mundur dalam kontak seksual bisa berbuah kehidupan baru. Kedinamisan adalah kunci hidup sebuah komunitas selagi adaptasi dan toleransi bisa tetap dijaga di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua tahun sudah berjalan. <a href="http://www.baliblogger.org">BBC</a> tidak sekedar menulis. Tetapi juga berbagi. Tidak sekedar kopdar. Tetapi memberi. Walaupun hanya sekedar kunjungan, tetapi semua memiliki sarat arti. Tidak hanya buat yang dikunjungi tetapi juga buat para blogger <a href="http://www.baliblogger.org">BBC</a>. Mulai dari kunjungan ke mereka yang kurang beruntung karena gangguan jiwa, pelayanan kesehatan di tempat jauh di sela-sela liburan bersama, memberikan setetes darah buat yang membutuhkan, berbagi bersama para lanjut usia yang dipinggirkan sanak keluarga, berbagi bersama mereka para <em>diffable</em> yang memiliki kemampuan berbeda dengan orang kebanyakan,  hingga mengedukasi masyarakat agar lebih memahami penggunaan teknologi informasi. Keliling maupun lewat udara. Sering kali tidak bisa disangka <a href="http://www.baliblogger.org">BBC</a> sanggup menjalaninya. Menjalani semuanya tanpa banyak beban. Dijalani sambil bersenang diri bersama melepas lelah demi berbagi. Tanpa terasa hormon kortisol di otak sesungguhnya bisa mengalami penurunan, berganti dengan geliat adrenalin dan pelepasan endorfin yang membawa suasana gembira.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat ulang tahun yang ke dua buat <a href="http://www.baliblogger.org">BBC</a>. Sudah selayaknya sebuah komunitas mampu berbagi dan berbuat sesuatu yang sama seperti ini. Bukan lagi buat diri sendiri. Seseorang baru bernilai bukanlah dari apa yang didapat dan dimilikinya, tetapi justru dari apa yang diberikannya buat orang lain. Berbagi dan berbuat sesuatu. Dan <a href="http://www.baliblogger.org">BBC</a> telah sanggup melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaannya, sanggupkah ini semua dipertahankan bersama? Tiada yang lebih indah dari sebuah kebersamaan. Sameton <a href="http://www.baliblogger.org">BBC</a>, silakan menjawabnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>invitation juga bisa dilihat di link fb: <a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3936220&amp;o=all&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=217278644895&amp;aid=-1&amp;id=620876321&amp;oid=217278644895#/event.php?eid=217278644895">ini</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.okanegara.com/youth-world/bbc-komunitas-muda-yang-tidak-sekedar-menulis-tetapi-juga-berbagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minggu Pagi Yang Cerah</title>
		<link>http://www.okanegara.com/kamar-praktek/minggu-pagi-yang-cerah.html</link>
		<comments>http://www.okanegara.com/kamar-praktek/minggu-pagi-yang-cerah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 09:20:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Kamar Praktek]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Panasnya cuaca belakangan ini masih belum terasa. Ruang praktek masih sedang dibersihkan, namun tampak seorang laki-laki datang untuk konsultasi. Tidak terlihat sakit berat. Laki-laki yang saya lupa namanya ini seingat saya dulu sempat juga datang berkonsultasi tentang kesehatan seksualnya, tetapi kali ini tidak ada masalah lagi, bahkan dia sempat berterimakasih karena saya pernah membantunya. Setelah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-414" title="doctor patient" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2009/10/doctor-patient2.jpg" alt="doctor patient" width="213" height="217" />Panasnya cuaca belakangan ini masih belum terasa. Ruang praktek masih sedang dibersihkan, namun tampak seorang laki-laki datang untuk konsultasi. Tidak terlihat sakit berat. Laki-laki yang saya lupa namanya ini seingat saya dulu sempat juga datang berkonsultasi tentang kesehatan seksualnya, tetapi kali ini tidak ada masalah lagi, bahkan dia sempat berterimakasih karena saya pernah membantunya. Setelah menunggu ruang praktek selesai dibersihkan, beberapa potong dialog ini membuat saya menjadi tersenyum-senyum di pagi yang cerah ini.</p>
<p>Saya       : “Silakan duduk. Kartunya tidak dibawa ya? Oh ya, namanya siapa?”<br />
Pasien   : “Gede, dok!”<br />
Saya       : “Gede siapa lengkapnya?”<br />
Pasien   : “Gede Putra, dok!”<br />
Saya       : “Ok, saya manggilnya Gede atau Putra?”<br />
Pasien   : “Rudi, dok. Panggil saja Rudi.”<br />
Saya       :  (*#@??)</p>
<p>Saya       : “Ok, Rud, ada keluhan apa nih sekarang?”<br />
Pasien   : “Panas, dok!”<br />
Saya       : “Oh, panas badannya ya?”<br />
Pasien   : “Sakit kepala sih sebenarnya dok!”<br />
Saya       : “Hmm, berat rasanya sakit kepalanya?”<br />
Pasien   : “Lebih terasa sakit di perut dok!”<br />
Saya       :  (*#*@??) “Jadi, perutnya juga sakit nih, ada mules-mules?”<br />
Pasien   : “Sakit dok dan badan pegal-pegal semua!”<br />
Saya       :  (*#@??) ”….kok jadinya muter-muter nih. Sebenarnya keluhan utama yang paling dirasa apa?”<br />
Pasien   : “Panas,dok!”<br />
Saya       :  (pfiuhhhh….)</p>
<p>Saya       : “Ok, Rud, apa sempat mencoba minum obat sendiri?”<br />
Pasien   : “Nggak ada dok, cuma bodrek aja….”<br />
Saya       :  (gubrakkkkk….emangnya yang disebut itu bukan obat ya)</p>
<p>Sebenarnya yang <em>“error”</em> dokter apa pasiennya ya? Terlepas dari apa yang terjadi dengan beberapa potong dialog tersebut, saya gembira semuanya bisa menjadi menyenangkan di minggu pagi yang cerah ini. Dan pasienpun bisa pulang juga dengan tersenyum setelah diberi resep. Semoga sembuh deh. Termasuk <em>error</em>nya. Jadi teringat juga dialog lain bersama Mister Sometime yang lalu, yang pernah diceritakan juga <a href="http://okanegara.com/wonderful-life/mr-sometimes-membuat-minggu-saya-jadi-ceria.html">di sini</a>.</p>
<p><em>*kartun dari clipartheaven.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.okanegara.com/kamar-praktek/minggu-pagi-yang-cerah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau Mendengar Namanya; Coba Tebak Mana Yang Paling Cantik?</title>
		<link>http://www.okanegara.com/sexuality-blitz/ketika-remaja-bersuara-untuk-perubahan.html</link>
		<comments>http://www.okanegara.com/sexuality-blitz/ketika-remaja-bersuara-untuk-perubahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 10:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oka negara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sexuality Blitz]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[ims]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://okanegara.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini posting yang ringan aja deh. Jika anda laki-laki, seandainya nih anda belum punya istri atau pacar, atau anda sudah menikah tetapi masih punya jiwa “berpetualang” atau bisa saja anda perempuan dan ingin sekali mendapat teman perempuan yang cantik juga, kira-kira bila diberikan hanya daftar nama-nama berikut ini saja, mana yang akan anda pilih? [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span><img class="alignleft size-medium wp-image-256" title="tebak" src="http://okanegara.com/wp-content/uploads/2009/06/tebak-189x300.jpg" alt="tebak" width="189" height="300" />Hari ini posting yang ringan aja deh. Jika anda laki-laki, seandainya nih anda belum punya istri atau pacar, atau anda sudah menikah tetapi masih punya jiwa “berpetualang” atau bisa saja anda perempuan dan ingin sekali mendapat teman perempuan yang cantik juga, kira-kira bila diberikan hanya daftar nama-nama berikut ini saja, mana yang akan anda pilih?</span> <span><br />
<strong>1. Candida</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>2. Chlamidia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>3. Molla</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>4. Tinea</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Identitas mereka ada pada saya, dan dengan penuh kesadaran mereka ingin sekali dikenal oleh anda. Coba bayangkan kira-kira dari pilihan anda, bagaimana gambaran mereka ini, dan mana yang paling cantik?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Setelah melalui perjalanan sejarah keilmuan yang sangat panjang, bahasa latin akhirnya dipakai sebagai bahasa homogen untuk terminologi ilmiah. Bukan bahasa Inggris. Bapak taksonomi (ilmu yang mempelajari penamaan makhluk hidup) pun yang tadinya bernama asli Carl von Linne, malah lebih dikenal dengan nama Carolus Linneaeus setelah diedit ke bahasa Latin. Sepertinya semuanya sudah pada tahu dong nama ini kalau masih mau mengingat-ingat kembali pelajaran Biologi di kelas satu SMA. Banyak nama dengan istilah dari bahasa latin yang terdengar indah. Atau sesuatu kata kalau sudah dilatinkan akan menjadi indah. Nah beberapa nama tadi itu contohnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Maunya sih tulisan ini tidak dilanjutkan tuntas untuk memberi kesempatan untuk dijadikan quiz saja untuk bisa saling tebak-menebak, tetapi kalau tulisan ini sampai dibaca oleh <a href="http://www.blogdokter.net/">blogdokter</a>, <a href="http://www.daniiswara.net/">dani iswara</a>, <a href="http://www.adywirawan.com/">ady wirawan</a>, <a href="http://www.andaka.com/">deddy andaka</a>, dan yang sejenis mereka (hehe) ya bakal cepat ketahuan. Ok, dilanjutkan saja. Nah, sekali lagi berhati-hatilah dengan istilah latin, karena apa pun itu sering kali akan terdengar indah, padahal belum tentu seindah yang didengar kalau kita tahu artinya. So, Candida itu istilah buat jamur penyebab keputihan pada perempuan yang sering menimbulkan rasa panas, gatal dan bau tidak sedap di kelamin yang nama lengkapnya jamur Candida albicans. Sedangkan Chlamidia itu kuman penyebab infeksi menular seksual yang sering kali gejalanya saru dan kurang khas, kalaupun bisa dikenal tandanya adalah nyeri kencing dan keputihan yang mengganggu dengan nama lengkap Chlamidia trachomatis. Chlamidia ini malah salah satu jenis infeksi menular utama pada perempuan yang sialnya jarang diobati karena memang sering diabaikan gejalanya. Berikutnya adalah Molla, sepertinya keren juga ya, padahal ini nama pendek untuk penyakit hamil anggur, yang nama lengkapnya Mola hydatidosa. Dan Tinea? Haha ini sih jamur yang tumbuh di badan. Panu. Keren kan?<span> </span>Jenisnya ada beberapa diantaranya Tinea versikolor dan Tinea Korporis. So, jadinya mau pilih yang mana nih..????</span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.okanegara.com/sexuality-blitz/ketika-remaja-bersuara-untuk-perubahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
