Kenapa Jenuh Sekali…?

Sebenarnya ada banyak hal mau ditulis segera. Ada yang masih di kepala, ada juga yang tinggal diedit. Memang sibuk sekali seminggu ini karena terlibat di Pendidikan Intensif Seksologi, terus hari raya Kuningan, terus urusan kampus, terus, terus.. Tapi biasanya sempat saja posting sesuatu. Tapi sekarang kok jenuh sekali. Beberapa tulisan mau diposting tapi belum sempat diedit. Minta tolong nih, mana diantara tulisan berikut ini yang harus segera meluncur diposting? Ini judulnya:

  • Mau pilih bayi laki-laki atau perempuan? Ini tekniknya! (yang ini janji saya sudah lama ke teman blogger bumi&langit)
  • Kisah Fredi & Jamil Pertama: “Dok, Aku Kena Sifilis!”
  • Miyabi oke, Habibi ogah!; Obrolan Hasil Nongkrong Dengan Mahasiswa.
  • Update Sexology (part one); Oleh-oleh dari Pendidikan Intensif Seksologi XI.

RUUAPP Sekarang Jadi RUUP, Setuju Disahkan?

Mumpung lagi break sejenak dari agenda PIS (Pendidikan Intensif Seksologi). Posting tulisan ini karena ingat sesuatu hari ini. Posting seksualitasnya ditunda dulu. Pasti masih ingat dengan kontroversi RUUAPP? Sebagian besar yang mengikutinya pasti berpikir bila RUUAPP ini batal dimajukan ketahap pengesahan karena maraknya penolakan yang berujung ancaman disintegrasi bangsa. Mau tahu perkembangannya? Tanpa banyak pemberitaan di media ternyata draft RUUAPP benar-benar sudah ditinggalkan. Tetapi sebagai kelanjutannya telah dibahas dengan progresif penggantinya yang bernama RUUP. Rancangan Undang-Undang Pornografi. Memang terasa lolos dari pengamatan banyak orang, karena maraknya berita kenaikan BBM, rusuhnya pilkada-pilkada, kisruh Ahmadiyah, kasus Ryan, Olympyade Beijing dan berita-berita lain sebelumnya yang menjejali media masa.

Tetapi apa benar lolos dari pengamatan para pengamat dan kritisi? Read the rest

Bunda, Asalku Dari Mana?

Lupa dapat dari mana. Tapi memang sudah pernah dengar sebelumnya. Ya saya tulis ulang deh. Blowjokes ini diposting buat mengimbangi artikel sebelumnya yang memang panjang. Begini……

Hari Minggu. Semuanya sedang ada di rumah. Ayah, bunda dan Puput. Puput yang masih kelas dua SD bertanya kepada bunda.

Puput : Bunda, aku mau tanya boleh ya?
Bunda : Puput sayang, tentu saja boleh. Mau tanya apa sayang?
Puput : Anu, ehm, bener boleh ya? Tapi Put nggak ganggu Bunda kan?
Bunda : Nggak sayang, ayo mau tanya apa nih…?
Puput : Gini Bunda, Put mau tanya, sebenarnya asalnya Puput dari mana sih Bunda?
Bunda : (*glek,gdubrak..nggak siap jawab sepertinya..) Ehm, anu, ehh, gimana ya, ehh gini saja ya sayang, Bunda mau ke Ayah dulu, nanti Bunda jawab deh pertanyaannya. Sabar ya…(sambil ngacir mendekati Ayah) Read the rest

Permasalahan Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja (di Bali)

Hari ini posting sebuah artikel saya. Panjang memang. Ini dipresentasikan saat workshop pendidikan seks di Hotel Inna Shindu tahun lalu, saya revisi sedikit karena masih relevan disimak di bulan Agustus ini. Masih dalam rentetan lanjutan Hari Remaja dan sebagai postingan antara sebelum topik seksualitas dan reproduksi akan ditampilkan beruntun, ada baiknya saya posting kembali (reschedule posting) sebuah artikel tentang situasi seksualitas dan reproduksi remaja, di Bali beserta apa yang sempat dilakukan di jaringan saya di Kisara. Beberapa data bisa ditampilkan dulu berikut ini. Lebih dari seperempat masalah pacaran yang masuk ke konseling telepon lembaga KISARA PKBI Bali hasil pencatatan hingga Juli tahun 2005, berkaitan dengan aktivitas seksual remaja, dan terdapat kecenderungan mereka baru berkonsultasi setelah seksual aktif. Awal keterlibatan mereka dalam hubungan seksual pranikah sebagian disebutkan karena coba-coba dan tanpa direncanakan, karena terbawa suasana dan adanya dorongan seksual muncul karena ada pengaruh dari beberapa media pornografi yang pernah diakses.Dalam sebuah konseling tatap muka juga sempat terekam ada seorang remaja SMP kelas 2 yang sudah terpengaruh akan kebiasaan bermasturbasi yang Read the rest

Mohon Maaf..

Postingan blog semingguan ini masih seputar aktivitas pribadi. Beberapa tulisan tentang seksualitas akan segera ditulis. Sebenarnya sudah jauh hari saya juga merencanakan posting beberapa tulisan seputar seksualitas jalanan hasil diskusi, cerita lapangan, cerita di jalan yang mengambil tokoh sentral Fredi dan Jamil. Kedua nama ini hanya nama gubahan, tetapi mengambil inspirasi dari beberapa pengalaman diskusi dan debat saya dengan dua orang anak manusia yang memang benar ada, yang sering mampir ke klinik sejak lima tahun yang lalu. Sering bicara tentang seluk beluk seksualitas jalanan terkini, karena mereka banyak punya cerita. Laki-laki dunia malam, seperti itulah. Dua orang ini malah sering saya jejali informasi tentang informasi seksualitas yang lebih ilmiah. Biar tidak hanya mitos belaka yang diserap. Tapi, tanpa kabar sebelumnya, salah satunya-Fredi-tadi mengirimkan SMS ini: Read the rest

Selamat Galungan dan Kuningan

Terlepas dari kontroversi historis politis kompetisi antara penganut Siwa dan Wisnu di Bali dengan memojokkan sosok Maya Denawa yang berakhir lahirnya Hari Raya Galungan. Terlepas dari belum terkriyakannya dharma dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Terlepas dari dinamika kebangkitan dan hausnya pembelajaran rohani tentang ajaran dharma. Saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Semoga Galungan dan Kuningan ini membawa berkah dan kedamaian buat semua.

Berikut saya kutipkan puisi indah dari maestro sastrawati muda sangat potensial dari Bali, Cok Sawitri, yang juga sesepuh Kelompok Tulus Ngayah yang mengirimkan puisi ini lewat email. Indah sekali. Read the rest

Seharian Tujuhbelasan; Dari Sejuknya Siang di Bangli ke Panasnya Malam di Kuta.

Memang berbeda bila merayakan tujuh belas agustusan di Bali dengan saat masa kecil saya di Bogor. Sangat berbeda. Di Bali terasa jauh dari kemeriahan. Bahkan nuansa merah putih juga tidak terlalu nampak semarak. Lebih banyak hanya seremonial. Jarang sekali terlihat ada lomba menghias gapura desa, pintu gerbang gang, sepeda hias hingga lomba-lomba khas tujuh belasan. Ya, seperti panjat pinang, lari karung, makan krupuk, sejenis itu. Tetapi tentu saja ukuran nasionalisme tidak bisa dilihat dari sini. Sama sekali bukan ukuran. Hanya saja, ya itu tadi. Memang berbeda. Terasa sekali. Tetapi tentu saja merayakan kemerdekaan Indonesia bisa dilakukan dalam ragam cara. Yang paling penting bagaimana memberi makna kemerdekaan. Sangat absurd jawabnya bagi sebuah kepentingan kolektif bangsa saat ini. Tetapi sangat banyak ragam jawaban bila dijawab satu persatu oleh masing-masing orang, terlebih kita yang tidak pernah berjuang secara fisik untuk mendapatkan kemerdekaan bangsa.

Kali ini saya ingin mencoba suasana lain untuk merayakan tujuh belasan yang ke-enam puluh tiga. Kalau atribut merah putih sih sudah cukup lama terpasang di kendaraan kesayangan saya, si Indigo. Saya personifikasi dan panggil Indigo, karena warnanya rada biru indigo. Sepasang bendera merah putih kecil dan gantungan merah putih terpasang sejak sebulan lalu menggantikan gantungan Jingjing, salah satu maskot Olimpiade Beijing. Read the rest

Merdeka, Indonesiaku!

Merdeka! Ingin sekali benar-benar merasakannya. Sesuatu yang terasa masih jauh dari kenyataan. Tapi, mari semua kaum muda, mari bersama mewujudkannya. Bersama. karena masa depan ada di tangan kaum muda. Yang menjadi pertanyaan adalah, apa sih arti merdeka itu buat kaum muda sekarang?

(Gambar diambil dari gift poster majalah Hai. Saya suka sekali poster ini)
Posting tentang remaja dan seharian bertujuhbelasan menyusul.

Selamat Hari Remaja!

Mungkin belum banyak yang tahu, hari ini, 12 Agustus adalah Hari Remaja Internasional. Bahkan remaja pun masih pada belum tahu. Saya teringat saat dua tahun lalu saya sempat buat film dokumenter tentang remaja berjudul “3 Hari Mengejar Remaja”, dari 12 remaja yang diwawancarai hanya 2 orang yang bisa menyebutkan benar 12 Agustus. Jadi memang perlu sekali disosialisasikan, karena pemerintah pun masih belum mensosialisasikannya. Beberapa LSM dan individu sudah berusaha membuat agenda kegiatan dalam rangka Hari Remaja ini sejak beberapa tahun lalu, tetapi tentu saja belum cukuplah gaungnya karena berbagai keterbatasan.

Saya dengan beberapa rekan yang berusaha peduli dengan remaja, hari ini akan menandatangani akte notaris pembentukan Bali Youth Foundation yang rencananya ditujukan buat membantu dan mendukung program-program pendampingan dan edukasi remaja di Bali. Bertepatan dengan Hari Remaja ini Bali Youth Foundation langsung mendukung “Lomba Blog Remaja 2008″ yang diselenggarakan oleh KISARA PKBI Bali. Sebuah lomba bertema “Bangkitkan Eksistensi Remaja” yang sangat perlu disupport bersama. Infonya bisa dilihat di blog KISARA di www.remajabali.wordpress.com. Setelah ini Bali Youth Foundation juga akan mencoba memfasilitasi dukungan buat anak dan remaja yang menjadi tidak beruntung karena kasus HIV dan AIDS di Grokgak, Singaraja. Read the rest

Kenapa Mereka Tidak Bergerak Buat Peduli?

Kekesalan saya kemarin sempat memuncak. Saya pikir kepedulian manusia akan sesama perlu kembali dipertanyakan. Korupsi, pembunuhan, perampokan, perkosaan dan banyak lagi kerap muncul. Padahal di Indonesia sampai saat ini masih terlihat tempat ibadah dipadati orang, hari raya suci meriah, yang ngaku-ngaku paling pinter dan bisa-bisanya menyebut sahabat Tuhan juga banyak. Sampai janji-janji akan bonus mendapat surga segala. Tapi apa ini semua buat diri sendiri saja? Apa ini semua sudah bisa menjanjikan sebuah kepedulian terhadap orang lain, yang mestinya justru inilah nilai utama. Toleransi dan kepedulian sesama. Sering kali sekarang semua itu hanya menjadi sebuah ungkapan cerdas di bibir saja. Seperti apa yang saya simak hari ini di diskusi interaktif Radio Global saat Direktur PKBI Bali, Ketut Sukanata menjadi narasumber serangkaian pelaksanaan Hari Remaja oleh Kisara PKBI Bali (yang justru pemerintah tidak ada perhatian dengan sosialisasi dan keberadaan hari remaja di tanggal 12 Agustus). Di interaktif radio ini banyak yang masuk, berpendapat tentang bagaimana mengelola remaja dengan berbagai teori dan konsepnya yang hebat-hebat. Tapi saya yakin itu hanya di bibir. Tidak di aksi. Karena saya tidak pernah melihat yang bicara itu benar-benar pernah mendampingi remaja. Kalau benar peduli, mbok ya bergerak. Do something! Read the rest